Analisis Neraca Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampean Baru Kabupaten Bondowoso Sebagai Kebutuhan Air Minum Menggunakan Metode F.J. Mock.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Ketersediaan air minum yang berkelanjutan merupakan aspek penting dalam
mendukung kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami
pertumbuhan penduduk dan tantangan perubahan iklim. Kabupaten Bondowoso,
khususnya pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampean Baru, menjadi wilayah
strategis yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan sumber daya air.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air minum dan neraca air di
DAS Sampean Baru hingga tahun 2035 menggunakan metode F.J. Mock. Metode
ini dipilih karena mampu mensimulasikan debit aliran sungai berdasarkan
komponen hidrologi utama seperti curah hujan, evapotranspirasi, infiltrasi, dan
kelembaban tanah. Data yang digunakan mencakup curah hujan, evapotranspirasi
potensial, data klimatologi, serta data penduduk Kabupaten Bondowoso periode
2019–2023. Analisis dilakukan melalui tahapan perhitungan debit simulasi,
kalibrasi dan validasi model menggunakan indikator NSE, MAE, RMSE, MAPE,
dan Adjusted R², serta proyeksi kebutuhan air minum berdasarkan pertumbuhan
penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit andalan Q90 sebesar 18,29
m³/detik masih mampu mencukupi kebutuhan air minum masyarakat yang
diproyeksikan meningkat dari 12,25 liter/detik pada tahun 2025 menjadi 17,25
liter/detik pada tahun 2035. Neraca air menunjukkan kondisi surplus hingga akhir
proyeksi. Dengan demikian, meskipun terdapat potensi penurunan debit akibat
variabilitas iklim, DAS Sampean Baru tetap mampu memenuhi kebutuhan air
minum masyarakat Bondowoso hingga 2035, dengan catatan perlunya
pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan adaptif.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudi H/Ardi
