Pengaruh Tipe Agroforestri Kopi Terhadap Keanekaragaman Arthropoda Di Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Arthropoda yang dijumpai pada agroekosistem perkebunan kopi memiliki peranan yang cukup penting yakni sebagai herbivora, detrivora, musuh alami, dekomposer, dan polinator. Salah satu faktor yang dapat memepengaruhi keanekaragaman arthropoda pada agroekosistem perkebunanan kopi yaitu tipe agroforestri. Jenis arthropoda akan semakin beragam pada kopi yang memiliki tanaman penaung tinggi dan rimbun. Berbagai penelitian terkait keanekaragaman arthropoda telah banyak dilakukan, akan tetapi di Kabupaten Jember khususnya di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia belum terdapat informasi mengenai pengaruh tipe agroforestri kopi terhadap keanekeragaman arthropoda. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai rekomnedasi tipe agroforestri yang dapat meningkatakan keanekeragaman arthropoda. Penelitian dilakukan pada dua tipe agroforestri kopi, yaitu agroforestri kopi secara kompleks dan agroforestri kopi secara sederhana yang berada di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Teknik pengambilan sampel arthropoda menggunakan pitfall trap, light trap, dan sweeping net yang dilakukan sebanyak empat ulangan. Selain itu, dilakukan juga pengambilan data vegetasi dengan cara analisis tanaman pohon dan tanaman bawah pada dua lahan penelitian. Sampel yang telah terkumpul akan diidentifikasi hingga tingkat famili dan ditabulasikan menggunakan Microsoft Excel. Analisis data yang digunakan adalah indeks ekologi yang terdiri dari indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks kekayaan jenis (Dmg), dan indeks dominansi. Selain itu, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas dan korelasi dengan taraf kepercayaan 95%. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada agroforestri kompleks yaitu famili formicidae yang menunjukkan nilai sebesar 52,598%. INP terendah pada agroforestri kompleks yaitu terdapat beberapa famili yakni famili staphylinidae, anisolabidae, flatidae, arctiidae, hymenopodidae, buthidae, dan trigoniulidae. INP terendah pada agroforestri sederhana menunjukkan nilai yang sama yaitu sebesar 1,693%. INP tertinggi pada agroforestri sederhana yaitu famili formicidae yang menunjukkan nilai sebesar 59,225%. INP terendah pada agroforestri sederhana yaitu famili muscidae yang menunjukkan nilai sebesar 1,811%. Famili formicidae merupakan famili dengan INP tertinggi pada kedua tipe agroforestri yang memiliki berbagai peranan yakni sebagai predator, dekomposer, dan polinator. Indeks keanekaragaman pada dua tipe agroforestri menunjukkan nilai yang tergolong sedang (H’ berdasarkan agroforestri kompleks = 1,691; H’ berdasarkan agroforestri sederhana = 1,548). Indeks kemerataan pada tipe agroforestri kompleks menunjukkan nilai sedang (E’ berdasarkan agroforestri kompleks = 0,585; E’ berdasarkan agroforestri sederhana = 0,623). Indeks kekayaan jenis pada dua tipe agroforestri menunjukkan nilai yang tergolong rendah (Dmg berdasarkan agroforestri kompleks = 2,400; Dmg berdasarkan agroforestri sederhana = 1,476). Indeks dominansi pada dua tipe agroforestri menunjukkan nilai yang tergolong rendah atau tidak mendominasi (ID berdasarkan agroforestri kompleks = 0,274; ID berdasarkan agroforestri sederhana = 0,318). Pengaruh tipe agroforestri terhadap keanekragaman arthropoda di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diketahui dari hasil uji korelasi. Indeks korelasi Pearson pada agroforestri kompleks menunjukkan (Pvalue tanaman pohon = 0,020; Pvalue tanaman bawah = 0,007). Indeks korelasi Pearson pada agroforestri sederhana menunjukkan (Pvalue tanaman pohon = 0,192; Pvalue tanaman bawah = 0,044).

Description

Reupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By