Pengaruh Pendalaman Keuangan terhadap Ketimpangan Pendapatan di ASEAN-5

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Pendalaman keuangan memegang peran sentral dalam strategi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada inklusivitas. Dengan memperluas akses terhadap layanan seperti kredit mikro, tabungan, dan asuransi, diharapkan kelompok berpendapatan rendah memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, dalam praktiknya, manfaat dari pendalaman keuangan tidak selalu tersebar merata seringkali justru terakumulasi pada kelompok yang sudah lebih unggul secara finansial atau wilayah yang lebih maju. Akibatnya, meskipun terdapat peningkatan inklusi keuangan secara kuantitatif, manfaatnya sering kali justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok berpendapatan menengah ke atas atau wilayah yang lebih maju, sehingga kesenjangan pendapatan justru bisa tetap ada atau bahkan melebar. Negara-negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam) menjadi fokus utama karena kawasan ini menghadapi tantangan yang serius dalam ketimpangan pendapatan namun juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pendalaman keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perkembangan dan pengaruh pendalaman keuangan terhadap ketimpangan pendapatan di kawasan ASEAN-5. Tujuan ini diwujudkan melalui dua fokus utama: pertama, memetakan tren dan perkembangan dari ketiga variabel pendalaman keuangan terhadap ketimpangan pendapatan; kedua, mengukur pengaruh kausal dari masing-masing variabel terhadap angka ketimpangan pendapatan. Pendekatan yang digunakan adalah data panel dengan cakupan waktu tahun 2010-2023, yang mencakup lima negara ASEAN. Variabel penelitian terdiri atas variabel dependen yaitu tingkat ketimpangan pendapatan (Gini Indeks), sedangkan variabel independennya mencakup berbagai proksi pendalaman keuangan, seperti, M2 terhadap PDB, kredit domestik sektor swasta terhadap PDB, kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar terhadap PDB. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari kredit domestik ke sektor swasta terhadap ketimpangan pendapatan. Namun, agregat uang beredar (M2) berpengaruh negatif signifikan, yang mengindikasikanbahwa peningkatan likuiditas dalam perekonomian cenderung menurunkan tingkat ketimpangan. Sebaliknya, kapitalisasi pasar saham berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar modal lebih banyak dinikmati oleh kelompok berpendapatan tinggi dan dapat memperlebar kesenjangan pendapatan. Meskipun sektor keuangan mengalami pertumbuhan yang pesat, hasil penelitian ini menekankan bahwa manfaat dari ekspansi tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara ASEAN-5 untuk terus memperkuat agenda pendalaman keuangan yang bersifat inklusif, dengan memastikan bahwa perluasan akses dan penggunaan layanan keuangan dapat dinikmati secara adil oleh seluruh kelompok pendapatan.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 09

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By