Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Lele (Clarias SP) di Kolam Pemancingan Wilayah Madiun

dc.contributor.authorNabila Widyananda Cahya Putri
dc.date.accessioned2026-07-20T03:25:20Z
dc.date.issued2026-06-11
dc.description:: Finalisasi file repositori 20 Juli 2026_Kurnadi
dc.description.abstractLatar belakang: Pencemaran logam berat timbal (Pb) pada perairan dapat menyebabkan bioakumulasi pada biota perairan dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia melalui rantai makanan. Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki kemampuan hidup pada lingkungan yang relatif tercemar. Studi pendahuluan menunjukkan kadar timbal pada ikan lele (Clarias sp) di kolam pemancingan wilayah Madiun sebesar 0,0367 mg/kg. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan lingkungan akibat kandungan timbal (Pb) pada ikan lele (Clarias sp) di kolam pemancingan wilayah Madiun. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional dan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel terdiri atas air kolam, ikan lele (Clarias sp), dan 30 pemancing yang mengonsumsi ikan lele (Clarias sp) hasil tangkapan. Sampel air diambil menggunakan metode grab sampling, sedangkan sampel ikan menggunakan random sampling. Data karakteristik pemancing diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Data dianalisis secara deskriptif serta digunakan untuk menghitung nilai Intake dan Risk Quotient (RQ). Hasil : Konsentrasi timbal pada seluruh sampel air kolam berada di bawah batas deteksi laboratorium (<0,0002 mg/L). Kadar timbal pada ikan lele (Clarias sp) berkisar 0,0088–0,0245 mg/kg dan masih berada di bawah ambang batas 0,3 mg/kg. Nilai Intake timbal pada tingkat populasi berkisar antara 0,00000258–0,00000719 mg/kg/hari. Nilai Risk Quotient (RQ) berkisar antara 0,000645–0,00180 dan seluruhnya berada pada kategori tidak berisiko (RQ ≤ 1). Simpulan : Konsumsi ikan lele (Clarias sp) dari kolam pemancingan wilayah Madiun masih tergolong aman dan belum menimbulkan risiko kesehatan non-karsinogenik bagi masyarakat pada periode pajanan yang dianalisis. Namun demikian, pengelolaan dan komunikasi risiko tetap diperlukan untuk mencegah peningkatan pajanan timbal di masa mendatang.
dc.description.sponsorshipDPU: Globila Nurika, S.KM, M.KL.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11533
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectTimbal
dc.subjectIkan lele (Clarias sp)
dc.subjectRisk Quotient (RQ)
dc.subjectARKL
dc.subjectKesehatan Lingkungan
dc.titleAnalisis Risiko Kesehatan Lingkungan Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Lele (Clarias SP) di Kolam Pemancingan Wilayah Madiun
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SKRIPSI FINAL_Nabila Widyananda Cahya Putri_222110101048 - TTD.pdf
Size:
1.06 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: