Fakultas Kesehatan Masyarakat 2025

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Anemia merupakan kondisi komplikasi yang umum dialami oleh pasien tuberkulosis (TB). Hal tersebut dapat terjadi karena infeksi (TB) menyebabkan timbulnya gangguan hematologi akibat dari gangguan pada sistem yang bertugas memproduksi sel darah merah. Seseorang dapat dikatakan mengalami anemia saat kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal, yaitu <12 g/dl pada perempuan dan <13 g/dl pada laki-laki. Besar prevalensi kasus anemia TB bervariasi tergantung pada populasi dan konteks klinis yang digunakan. Prevalensi anemia TB berdasarkan penelitian lain berkisar antara 61,2%-69%. Berdasarkan prevalensi TB, Kabupaten Jember menjadi salah satu dari 3 wilayah yang memiliki penemuan kasus tertinggi se-Jawa Timur tahun 2023 yaitu ditemukan sebanyak 5.603 dan Puskesmas Sumbersari menempati peringkat pertama sebagai puskesmas dengan kasus TB paling banyak per Desember 2024, yaitu 154 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan kejadian anemia pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Sumbersari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antara kejadian anemia dengan variabel independen yaitu usia, jenis kelamin, fase pengobatan, dan status DM. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sumbersari dan dilakukan pada bulan Maret-Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien TB yang sedang melakukan pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan jumlah total adalah 75 kasus. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar Hb dan studi dokumentasi dari Kartu Pengobatan Pasien TB Puskesmas Sumbersari. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan variabel penelitian dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER dependen dan independen. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi square (pvalue< 0,05) dan jika tidak memenuhi syarat maka menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dari total 53 responden, sebagian besar responden mengalami anemia yaitu 30 responden (56,6%), berusia dewasa yaitu 38 responden (71,7%), berjenis kelamin perempuan yaitu 29 responden (54,7%), menjalani pengobatan OAT pada fase intensif yaitu 28 responden (52,8%), dan berstatus Non-DM yaitu 45 responden (84,9%). Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa fase pengobatan memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada pasien TB dengan p-value = 0,021 (p-value <0,05) dan besar PR=1,786. Sedangkan, untuk variabel usia, jenis kelamin, dan status DM tidak terdapat hubungan dengan kejadian anemia pada pasien TB. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu jumlah sampel tidak sama dengan total populasi dikarenakan saat pengambilan data terdapat beberapa responden yang tidak bersedia menjadi responden dan variabel independen yang hanya diperoleh berdasarkan data sekunder yaitu Kartu Pengobatan Pasien TB. Saran yang dapat diberikan yaitu bagi responden diharapkan untuk tetap memperhatikan asupan makanan yang berperan dalam peningkatan metabolisme zat besi, serta pembentukan sel darah merah dan hemoglobin serta harus rutin mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sampai dinyatakan sembuh untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan TB. Saran bagi instansi kesehatan yaitu diharapkan dapat mempertimbangkan pelaksanaan pemeriksaan status anemia secara rutin pada pasien TB, khususnya pada pasien yang sedang menjalani pengobatan OAT fase intensif. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat menambah sampel penelitian dan juga meneliti faktor risiko lainnya yang dapat mempengaruhi anemia pada pasien TB.

Description

Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By