Evaluasi Kemampuan Lahan dalam Mendukung Tata Guna Lahan di Daerah Lereng Gunung Raung Bagian Barat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Jumlah penduduk di Kabupaten Jember dari tahun ke tahun akan terus
meningkat terutama pada wilayah lereng Gunung Raung yang dapat berdampak
pada berkurangnya kawasan pertanian. Evaluasi kemampuan lahan sangat
diperlukan untuk menyusun kebijakan serta pengelolaan terhadap penggunaan
lahan secara tepat dengan tujuaan agar dapat seimbang anatara kelestarian
lingkungan dan taraf kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Diperlukan adanya
upaya evaluasi untuk perbaikan penggunaan lahan pada wilayah lereng Gunung
Raung bagian Barat untuk menghindari alih fungsi lahan yang kurang sesuai dan
mendapatkan informasi yang dapat dijadikan sebagai referensi maupun acuan
rekomendasi penggunaan lahan di wilayah tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan
untuk melakukan evaluasi kemampuan lahan pada Kecamatan Kalisat dan
Ledokombo yang merupakan wilayah lereng Gunung Raung
bagianBarat.Metodeyang digunakan yaitu deskripsi eksplorasi dengan beberapa
tahapan seperti pra-survey, survey, pasca survey, scoring, dan matching.
Penelitian ini dilakukan di daerah lereng Gunung Raung bagian Barat tepatnya
pada Kecamatan Kalisat dan Ledokombo dari bulan Mei 2023.
Hasil menunjukkan bahwa evaluasi kemampuan lahan didapatkan
beberapa kelas yaitu lahan kelas II (84,26%) dan kelas III (15,73%). Faktor
pembatas yang mempengaruhi yaitu ancaman erosi (e) seperti kemiringan lereng
dan bahaya erosi. Selain itu, terdapat keadaan drainase (w) yang juga merupakan
faktor pembatas yaitu drainase yang terhambat, serta media perakaran (s) yang
merupakan faktor penghambat yaitu tekstur yang agak kasar.Arahan penggunaan
lahan di Kecamatan Kalisat dan Ledokombo yaitu pada lahan kelas II dan kelas III
dapat dilakukan budidaya tanaman pangan, pertanian lahan kering,tanaman
hortikultura,dan agroforestry. Usaha perbaikan yang dilakukan seperti pembuatas
teras seperti teras gulud atau teras bangku, penanaman sesuai kontur, pembuatas
saluran drainase, pemberian bahan organik, penggunaan mulsa, dan meningkatkan
kerapatan tanaman.
Description
Reuploud file repositori 12 Mei 2026_Magang SP (Nama)_Firli
Approved by Teddy
