Pengaruh Pemberian Oral High Density Polyethylene terhadap Kejadian Inflamasi pada Rattus Norvegicus Wistar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

High Density Polyethylene (HDPE) merupakan polimer plastik yang paling sering ditemukan baik penggunaan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bentuk limbah di lingkungan. Polimer jenis ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar sehingga dianggap aman bagi masyarakat pada umumnya. Namun, HDPE tidak dapat didegradasi secara alami di lingkungan sehingga HDPE akan terbentuk menjadi partikel lebih kecil, seperti mikroplastik dan nanoplastik. Mikroplastik HDPE yang terakumulasi di ekosistem hingga masuk ke dalam tubuh baik secara ingesti, inhalasi maupun kontak kulit dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan dampak bagi kesehatan, seperti iritasi, peradangan atau inflamasi maupun efek toksik lainnya. Untuk melihat efek toksik dalam tubuh manusia, maka diperlukan penelitian lebih lanjut tentang paparan mikroplastik yang diberikan pada hewan coba Rattus norvegicus wistar khususnya pengaruhnya terhadap sel imun dalam tubuh. Peneltian ini merupakan jenis penelitian True Experiment atau eksperimen murni. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai November 2024 di Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Sampel pada penelitian ini yaitu 28 ekor Rattus norvegicus wistar yang terbagi menjadi 3 kelompok eksperimen dan 1 kelompok kontrol. Desain penelitian menggunakan post test only control group design. Kelompok eksperimen yang diberikan mikroplastik HDPE terbagi menjadi tiga yakni X1=0,1 mg/ml; X2=0,2 mg/ml; dan X3=0,4 mg/ml. Pada kelompok kontrol (K) hanya diberikan aquabidest 1 ml/hari. Paparan mikroplastik berlangsung selama 21 hari. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dosis paparan mikroplastik dan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kejadian inflamasi yang ditinjau dari kadar sel neutrofil dalam darah. Data penelitian ini diperoleh dari data primer yang merujuk pada hasil uji kadar sel neutrofil dalam darah di Laboratorium Prosenda Baru, Jember. Kemudian data dianalisis menggunkan Uji One Way ANOVA, apabila data berdistribusi normal serta jika data menunjukkan tidak berdistribusi normal ataupun tidak homogen (Levene Test), maka dapat dianalisis menggunakan Uji Kruskal Wallis.

Description

Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim/Firdiana

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By