Hubungan Stigma Masyarakat terhadap HIV/AIDS dengan Pemanfaatan Layanan Konseling dan Tes HIV (KTHIV) di Puskesmas Silo 2 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang kasusnya masih terus meningkat di Indonesia dan memerlukan program pencegahan yang tepat, salah satunya adalah layanan KTHIV. Namun, pemanfaatan KTHIV masih menghadapi banyak hambatan, termasuk stigma, sehingga pelaksanaannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara stigma dengan pemanfaatan layanan KTHIV di Puskesmas Silo 2 Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 188 responden dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indonesian HIV Stigma Scale (InHSS-9) dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 67% responden memiliki tingkat stigma yang tinggi dan 62,8% responden hanya memanfaatkan layanan KTHIV satu kali. Analisis korelasi menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Koefisien korelasi (r) sebesar -0,536 menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Individu dengan tingkat stigma yang lebih rendah cenderung memanfaatkan layanan KTHIV lebih dari satu kali, sedangkan mereka yang memiliki tingkat stigma lebih tinggi memanfaatkannya lebih jarang. Sebaliknya, ibu hamil menunjukkan tingkat stigma yang tinggi namun tetap memanfaatkan layanan KTHIV lebih dari satu kali; hal ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan layanan tidak hanya dipengaruhi oleh stigma, tetapi juga oleh rekomendasi tenaga kesehatan dan adanya program kesehatan yang bersifat wajib.

Description

Finalisasi Maya_09 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By