Analisis Jenis Tanah Berdasarkan Nilai Resistitivitas Menggunaoan Konfigurasi Wenner-Sclumberger pada Perkebunan Kakao Kencong Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Fisika bertujuan memahami proses kerja pada alam semesta yang
penerapannya dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui
konsep Hukum Ohm yang menjadi dasar dalam metode geolistrik resistivitas pada
bidang geofisika. Metode geolistrik resistivitas terbukti efektif dalam
mengidentifikasi komponen penyusun struktur bawah permukaan untuk
mengetahui jenis dan karakteristik tanah, sehingga dapat dimanfaatkan dalam
bidang perkebunan seperti pemetaan kesesuaian lahan tanaman. Kabupaten Jember
merupakan daerah agraris dengan salah satu komoditas unggulannya adalah kakao.
Perkebunan rakyat penghasil kakao terbesar terletak di bagian selatan Kabupaten
Jember, yaitu Kecamatan Kencong. Perkebunan kakao Kencong memiliki potensi
produksi kakao yang cukup baik, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh
masyarakat setempat. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai potensi lahan yang sesuai untuk budidaya kakao, serta minimnya
pemahaman terhadap prospek hasil dan keuntungan dari komoditas kakao. Oleh
karena itu, sebagai upaya membantu masyarakat dalam menentukan kesesuaian
lahan untuk pengembangan tanaman kakao dilakukan penelitian yang bertujuan
untuk menganalisis jenis tanah berdasarkan nilai resistivitas menggunakan metode
geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner–Schlumberger pada perkebunan
kakao Kencong.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data
primer berupa nilai arus listrik (I) dan beda potensial (V) yang diperoleh melalui
akusisi data di lapangan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi
Wenner-Schlumberger. Nilai yang terukur pada resistivitymeter akan diolah
menggunakan Microsoft Excel hingga menghasilkan nilai resistivitas semu (𝜌𝑎).
Data berupa nilai rata-rata spasi antar elektroda (Datum), nilai spasi antar elektroda
(𝑎), nilai pengulangan (n), nilai resistivitas semu (𝜌𝑎), dan elevasi diolah
menggunakan software Res2Dinv untuk memperoleh model penampang 2D
berdasarkan variasi distribusi nilai resistivitas sebenarnya. Intrepretasi akan
dianalisis dengan mengkorelasikan nilai resistivitas hasil penampang 2D pada tabel
milik Telford, data wawancara, kondisi geologi daerah penelitian, dan penelitian
terdahulu yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di perkebunan kakao Kencong
memiliki nilai resistivitas rentang 20,3 − 287 Ω𝑚 dengan komponen penyusun
struktur bawah permukaan terdiri dari lempung jenuh air dengan nilai resistivitas
<38,6 Ω𝑚, tanah pasir dengan nilai resistivitas 38,7 − 73,7 Ω𝑚, lempung berpasir
dengan nilai resistivitas 73,4 − 136 Ω𝑚, dan lempung dengan nilai resistivitas
>137 Ω𝑚. Lempung berpasir merupakan jenis material yang mendominasi struktur
bawah permukaan perkebunan kakao Kencong, sedangkan jenis material pasir
teridentifikasi terdistribusi secara merata dari lapisan paling atas hingga lapisan
paling dalam pada setiap lapisan. Lempung jenuh air teridentifikasi pada lapisan
paling atas atau pada permukaan tanah akibat rembesan air hujan, dan untuk jenis
material lempung terletak pada lapisan yang dalam yaitu kedalaman >3,38 meter.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan
perkebunan kakao Kencong terdiri dari lempung berpasir, pasir, lempung jenuh air,
dan lempung. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mengenai jenis dan
karakteristik tanah sebagai data pendukung dalam mengkaji keterkaitan antara
kondisi tanah dengan produktivitas tanaman kakao, sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai acuan oleh masyarakat dalam perawatan, pengembangan, dan pengelolaan
lahan untuk tanaman kakao. Temuan penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada
aspek pengelolaan lahan saja, melainkan juga dapat dijadikan referensi untuk
melakukan pengembangan penelitian serupa di bidang fisika terapan atau geofisika
lingkungan.
Description
Validasi file repositori 02 Juli 2026_Firli
