Pengaruh Penerapan Teknik Shaping terhadap Tingkat Konsentrasi Anak ADHD di Kelompok B1 TKIT Buah Hati Kita
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Konsentrasi adalah upaya untuk mengarahkan perhatian pada satu objek
tugas tertentu. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah suatu
kondisi yang membuat anak mengalami kesulitan dalam menjaga perhatian,
sehingga anak tidak dapat berkonsentrasi ketika beraktivitas. Konsentrasi anak
ADHD seringkali terganggu karena gejala-gejala yang terkait dengan kondisi ini.
Mereka akan kesulitan dalam mempertahankan fokus, tidak selesai dalam
mengerjakan tugas dan mudah terganggu oleh rangsangan dari luar.
Hasil pengamatan yang sudah dilakukan pada bulan Agustus 2024 pada
kelas B1 di TKIT Buah Hati Kita Jember, ditemukan permasalahan mengenai
anak ADHD yang mengalami gangguan konsentrasi, dimana konsentrasi anak
tersebut hanya berkisar kurang dari 3 menit dan dibuktikan dari diagnosis
psikolog yang menyatakan bahwa anak tersebut mengalami gangguan ADHD.
Gangguan tersebut dapat dibuktikan ketika anak mengikuti kegiatan pembelajaran
anak tersebut sangat mudah terganggu oleh rangsangan dari luar, terburu-buru
dalam mengerjakan tugas dan tidak dapat mengontrol diri.
Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah “apakah ada pengaruh penerapan teknik shaping terhadap
tingkat konsentrasi anak ADHD di kelompok B1 TKIT Buah Hati Kita?”
berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui adanya pengaruh penerapan teknik shaping terhadap tingkat
konsentrasi anak ADHD di kelompok B1 TKIT Buah Hati Kita.
Penelitian ini dilaksanakan di TKIT Buah Hati Kita Jember dan rumah
anak yang bersangkutan selama 16 hari dengan rincian 13 hari di sekolah dan 3
hari di rumah ananda “A”. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian
eksperimen single subject research (SSR) dengan pendekatan kuantitatif. Dengan
menggunakan desain A-B-A. Dimana pada kondisi baseline 1 (A1) dilaksanakan
selama 4 sesi, Intervensi (B) selama 8 sesi dan baseline 2 (A2) selama 4 sesi
dengan total 16 sesi. Hari pertama atau sesi 1 sampai 4 dilakukan pengamatan
tanpa adanya perlakuan, pada sesi ke 5 sampai 12 dilakukan perlakuan kepada
anak tersebut dan pada sesi ke 13 sampai 16 dilakukan pengamatan kembali
setelah perlakuan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disampaikan hasil penelitian
ini adalah penerapan dari teknik shaping ini berpengaruh atau efektif digunakan
untuk meningkatkan konsentrasi anak ADHD di kelompok B1 TKIT Buah Hati
Kita Jember. Hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh bahwa pada perubahan
level mengalami perubahan dan pada data tumpang tindih (persentase overlap)
antara A1 dengan B adalah 0% dan B dengan A2 adalah 0%, artinya dari antara
kondisi tersebut tidak terjadi data yang tumpang tindih. Semakin rendah nilai
tumpang tindih maka semakin berpengaruh intervensi yang dilakukan.
Saran yang dapat disampaikan dari penelitian ini adalah bagi guru
diharapkan dapat menerapkan teknik shaping dalam pembelajaran untuk
meningkatkan konsentrasi anak ADHD di kelas dengan konsisten. Bagi orang tua,
orang tua dapat menggunakan teknik shaping dalam kegiatan sehari-hari untuk
membantu anak ADHD meningkatkan konsentrasi mereka. Bagi peneliti lain
diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas
teknik shaping dalam meningkatkan konsentrasi anak ADHD di berbagai setting
dan populasi dan diharapkan dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif
untuk meningkatkan konsentrasi anak ADHD dengan menggunakan teknik
shaping.
Description
Reuploud file repositori 11 Feb 2026_Firli
