Hubungan Derajat Merokok dengan Derajat Sesak Napas pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Tinjauan Sistematis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab kematian nomor tiga di dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan pada tahun 2019 terdapat 3,23 juta kematian akibat PPOK. Salah satu faktor risiko PPOK yang banyak ditemukan pada negara berkembang adalah asap rokok. Prevalensi perokok di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 28,62% dan menempati urutan ke 3 di dunia dengan jumlah perokok terbanyak berdasarkan survei GAST 2021. Risiko PPOK pada perokok tergantung dari dosis rokok yang diisap, usia mulai merokok, jumlah batang rokok per tahun dan lamanya merokok. Derajat merokok dapat ditentukan menggunakan Indeks Brinkman atau pack-years. Pasien PPOK sering mengeluhkan sesak napas yang bersifat kronis dan progresif. Derajat keparahan sesak napas dapat ditentukan menggunakan kuesioner mMRC yang memiliki 5 klasifikasi yaitu derajat 0-4. Perokok akan mengalami peradangan dan perubahan pada struktur saluran napas yang berdampak pada keterbatasan aliran udara dengan hilangnya rekoil elastis paru sehingga terjadi hiperinflasi dan berakhir dengan sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat merokok dengan derajat sesak napas pada pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik non eksperimental dengan desain tinjauan sistematik tanpa meta analisis yang secara sistematis mengumpulkan data sekunder, melakukan kajian-kajian riset, dan pendekatan secara kualitatif untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan. Identifikasi literatur didasarkan pada kerangka kerja PICOS sebagai kriteria kelayakan dan dituliskan sesuai checklist PRISMA. Sumber tinjauan diambil dari basis data PubMed, Google scholar, Springer, dan Science direct. Hasil pencarian selanjutnya akan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan penilaian kualitas jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Artikel yang didapatkan pada basis data sebanyak 1007 artikel, kemudian diseleksi sesuai dengan PRISMA flowchart dan didapatkan hasil akhir 5 artikel. Penilaian kualitas studi dan risiko bias menggunakan JBI Critical Appraisal Tools dengan nilai cut off >50% didapatkan sebanyak 4 artikel dengan desain studi cross sectional mendapatkan nilai rata-rata 81,25% dan 1 artikel dengan desain studi cohort mendapatkan nilai 63,6%. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara derajat merokok dengan derajat sesak napas pada pasien PPOK.

Description

Reupload file repositori 04 Feb 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By