Perbandingan Pronomina Persona Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia serta Refleksinya pada Penggunaan Bahasa Arab di Masyarakat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Bahasa Arab dan bahasa Indonesia merupakan dua bahasa yang berasal dari rumpun yang berbeda sehinga banyak ditemukan perbedaan. Selain perbedaan juga terdapat persamaan yang terletak pada penggunaan pronomina persona yang menyebabkan kebingungan di kalangan pebelajar bahasa Arab sehingga di butuhkan kajian lebih khusus yang meneliti tentang perbedaan dan persamaan tersebut. Kebingungan pebelajar bahasa Arab itulah yang mendasari perlunya penelitian tentang perbandingan bahasa Arab dan bahasa Indonesia khususnya pronomina persona. Selain itu, perbandingan bahasa Arab dan bahasa Indonesia sudah ada yang direfleksikan oleh pengguna bahasa Arab di masyarakat tetapi masih belum diketahui bagaimana bentuk refleksinya sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut.
Penelitian perbandingan bahasa Arab dan bahasa Indonesia dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pronomina persona bahasa Arab dan bahasa Indonesia serta mengetahui refleksinya pada pengguna bahasa Arab di masyarakat.
Penelitian tentang perbandingan bahasa Arab dan bahasa Indonesia termasuk penelitian kualitatif kontrastif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan linguistik. Data penelitian berupa kosa kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data meliputi tiga hal, yaitu: wawancara, studi pustaka, dan observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara rekam dan catat.
Hasil penelitian perbandingan bahasa Arab dan bahasa Indonesia serta refleksi bagi pengguna bahasa Arab di masyarakat adalah adanya persamaan antara pronomina persona bahasa Arab dan bahasa Indonesia yaitu: (1) klitik, (2) pronomina persona takrif dan tak takrif, dan (3) pronomina persona tanpa penanda gender. Selain ditemukan adanya persamaan, penelitian ini juga menenukan adanya perbedaan. Adapun perbedaan pronomina persona bahasa Arab dan bahasa Indonesia adalah adanya beberapa penanda, yaitu: (1) penanda gender, (2) penanda jumlah, dan (3) penanda waktu, sedangkan pronomina persona bahasa Indonesia secara umum tidakb mempunyai penanda tersebut. Hasil penelitian tentang refleksi penggunaan pronomina persona bahasa Arab di masyarakat ditemukan adanya penggunaan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang dilakukan pada komunikasi bahasa Arab ‘pasaran’ atau ‘suuqi’ (سوقى ). Adapun hasil penelitian tentang refleksi pengunaan pronomina persona bahasa Arab di masyarakat dapat disimpulkan seperti berikut. (1) Penggunaan pronomina persona orang kedua jamak ( اَنْتُمْ ). Pada kata ‘ اَنْتُمْ ’seharusnya hanya digunakan pada orang kedua jamak. Namun dalam kenyataannya yang terjadi di bahasa Arab ‘pasaran’ kata tersebut di gunakan untuk orang yang dihormati meskipun jumlahnya hanya satu. (2) Kalimat tanpa pronomina persona. Pada komunikasi ‘pasaran’, beberapa kalimat tidak menggunakan pronomina persona dengan tujuan untuk mengefektifkan waktu. (3) Pelesapan subyek pada fiil mudhori’. Kedudukan fiil mudhori’ dalam kalimat sebagai predikat. Pada komunikasi bahasa Arab ‘pasaran’ fiil mudhori’ kadang dilesapkan. Hal tersebut terjadi karena diantara kedua belah pihak sudah sama-sama mengerti meskipun beberapa bagian dihilangkan. (4) Pelesapan enklitik pada kalimat perintah, dan (5) pelesapan akhiran pada dhomir muttashil.
Berdasarkan hasil penelitian tentang penelitian bahasa dan refleksinya bagi pengguna bahasa Arab di masyarakat maka dapat disimpulkan bahwa adanya persamaan dan perbedaan antara pronomina bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Selain itu, perbedaan dan persamaan pronomina persona tersebut sudah di refleksikan oleh pengguna bahasa Arab di masyarakat yang dilakukan pada saat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab ‘pasaran’ atau ‘suqi’ yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab.
Description
Reupload file Repositori 6 Februari 2026_Kholif/Keysa
