Sikap Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Rengginang Lokal Desa Gelung Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Pangan lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan, melestarikan budaya daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Salah satu produk pangan lokal yang masih bertahan dan diminati lintas generasi adalah rengginang, yakni makanan ringan tradisional berbahan dasar ketan. Di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, rengginang diproduksi secara turun-temurun oleh pelaku usaha skala kecil, namun masih menghadapi tantangan dari sisi pemasaran dan persepsi konsumen terhadap kualitas produk. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian mengenai sikap dan kepuasan konsumen terhadap produk rengginang lokal tersebut, sebagai dasar pengembangan produk dan strategi pemasaran yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis sikap konsumen terhadap atribut-atribut produk rengginang lokal Situbondo; dan (2) mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Gelung dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa desa ini merupakan sentra produksi rengginang lokal. Responden berjumlah 82 orang konsumen yang dipilih dengan metode accidental sampling melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Form.
Atribut produk yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi rasa, aroma, kerenyahan, ukuran, kemasan, harga, dan ketersediaan. Untuk menganalisis sikap konsumen digunakan model Multiatribut Fishbein, yang menggabungkan dua komponen utama, yaitu tingkat kepentingan (bi) dan tingkat kepercayaan (ei) terhadap masing-masing atribut. Hasil dari perkalian kedua komponen ini memberikan nilai sikap (Ao) untuk tiap atribut dan total keseluruhan. Sementara itu, untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen digunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) yang mengacu pada skor tingkat harapan dan kinerja aktual produk menurut persepsi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap produk rengginang lokal tergolong positif secara keseluruhan, dengan nilai total Ao sebesar 117,29. Atribut yang mendapat sikap paling positif adalah rasa (Ao = 20,24), diikuti oleh kerenyahan (18,39), aroma (17,09), dan harga (17,08). Sedangkan atribut ukuran dan kemasan dinilai netral, menandakan bahwa keduanya belum memberikan kesan kuat kepada konsumen.
Berdasarkan perhitungan menggunakan CSI, diketahui bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap produk berada dalam kategori sangat puas, dengan skor indeks sebesar 81,5%. Atribut yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap kepuasan adalah rasa (WS = 0,79), diikuti harga (0,69), aroma (0,66), dan kerenyahan (0,65). Hasil ini menunjukkan bahwa atribut sensorik lebih dominan
dalam membentuk kepuasan dibanding atribut non-sensorik seperti ukuran dan kemasan.
Sebagian besar konsumen, yaitu sekitar 80%, menyatakan bahwa keunggulan utama produk rengginang lokal adalah pada cita rasa yang gurih, khas, dan alami, hasil dari penggunaan bahan baku lokal dan teknik produksi tradisional. Namun demikian, aspek kemasan dan distribusi masih menjadi tantangan. Sebanyak 19,51% responden menyebut kemasan kurang menarik, dan 12,20% menyatakan distribusi produk masih terbatas, terutama pada kanal online. Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi kemasan dan memperluas jangkauan pasar melalui digitalisasi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap dan kepuasan konsumen terhadap rengginang lokal Situbondo berada pada tingkat yang cukup baik, namun tetap diperlukan peningkatan mutu pada atribut non-sensorik guna meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Description
Reupload Repositori File 06 Februari 2026_Kholif Basri
