Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Ketul (Bidens pilosa) terhadap Tekstur, Warna, dan Kadar Serat Sosis Asap
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sosis menjadi produk olahan yang telah dikenal dan banyak diminati oleh
masyarakat karena memiliki rasa yang lezat, aroma yang nikmat, dan
pembuatannya yang mudah. Sosis difortifikasi untuk meningkatkan kualitas atau
membuat sosis menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Upaya-upaya fortifikasi
yang telah dilakukan yaitu dengan menambahkan ekstrak bunga ketul (Bidens
pilosa). Bunga ketul (Bidens pilosa) merupakan tanaman semusim yang dapat
tumbuh didaerah tropis dan subtropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis perbedaan sosis asap dengan penambahan ekstrak bunga ketul (Bidens
pilosa) yang ditinjau dari tekstur (keempukan), warna, dan kadar serat. Penelitian
ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Peternakan, Program Studi
Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Pengujian kualitas sosis asap
meliputi tekstur, warna, dan kadar serat dilaksanakan di Laboratorium Analisis
Pangan Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan total 16
unit percobaan. Perlakuan adalah substitusi ekstrak bunga ketul (Bidens pilosa)
terhadap penambahan sosis asap yang terdiri atas: P0 (tanpa penambahan ekstrak
bunga ketul), P1 (penambahan 3% ekstrak bunga ketul), P2 (penambahan 5%
ekstrak bunga ketul), dan P3 (penambahan 7% ekstrak bunga ketul). Variabel yang
diuji pada penelitian ini meliputi analisis tekstur (keempukan), warna, dan kadar
serat. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA)
dengan alat statistik yang digunakan yaitu software Statistical Program for Social
Science (SPSS) versi 25 for Windows. Hasil yang menunjukkan signifikasi data
(P<0,05) maka dilanjutkan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil
analisis sebelum diuji ANOVA divalidasi dengan uji normalitas dan homogenitas
menggunakan SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian meliputi tekstur yaitu
(P0) 6,18%, (P1) 8,66%, (P2) 5,16%, dan (P3) 5,41% berbeda nyata terhadap nilai
tekstur sosis asap. Nilai warna L* (kecerahan) yaitu (P0) 58,02%, (P1) 58,89%,
(P2) 57,45%, dan (P3) 58,07% tidak berbeda nyata terhadap nilai warna L* sosis
asap. Nilai warna a* (hijau-merah) yaitu (P0) 6,19%, (P1) 5,50%, (P2) 5,11%, dan
(P3) 5,10% berbeda sangat nyata terhadap nilai warna a* sosis asap. Nilai warna b*
(kuning-biru) yaitu (P0) 12,91%, (P1) 12,39%, (P2) 11,18%, dan (P3) 11,31%
berbeda sangat nyata terhadap nilai warna b* sosis asap. Nilai kadar serat yaitu (P0)
0,12%, (P1) 0,73%, (P2) 1,25%, dan (P3) 1,81% berbeda sangat nyata terhadap
nilai kadar serat sosis asap. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa
penambahan ekstrak bunga ketul (Bidens pilosa) dengan konsentrasi 3% menjadi
perlakuan tertinggi pada tekstur dan warna L*, tanpa penambahan ekstrak bunga
ketul menjadi perlakuan tertinggi pada warna a* dan b*, dan penambahan ekstrak
bunga ketul 7% menjadi perlakuan tertinggi pada kadar serat.
Description
Reuploud Repository hasyim Mei 2026
:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi
