Perancangan Jalur Evakuasi di Pertambangan Batu Gamping PT Pertama Mina Sutra Perkasa, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Area kerja pertambangan memiliki karakteristik yang kompleks, seperti wilayah yang sangat luas serta kondisi medan yang tidak seragam. Karakteristik tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bahaya dan hambatan, terutama dalam proses evakuasi saat kondisi darurat. Hal ini menuntut tersedianya rencana tanggap darurat yang memadai, salah satunya melalui penyediaan jalur evakuasi. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya diterapkan pada PT Pertama Mina Sutra Perkasa (PMSP), perusahaan yang bergerak di pertambangan batu gamping. Meskipun menghadapi potensi bahaya seperti tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami, perusahaan belum memiliki jalur evakuasi yang terencana dengan baik. Ketiadaan ini berpotensi menimbulkan dampak fatal bagi pekerja apabila terjadi keadaan darurat dan menunjukkan pentingnya perancangan jalur evakuasi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang jalur evakuasi di PT PMSP dengan menerapkan titik kumpul, merancang pemodelan topologi, menghitung jalur terpendek, menganalisis optimasi rute evakuasi, dan memetakan jalur evakuasi. Perancangan jalur evakuasi diawali dengan menentukan lokasi titik kumpul yang tepat. Selanjutnya, dilakukan pemodelan topologi berbasis graf berbobot yang digunakan untuk memperoleh jalur evakuasi terpendek melalui algoritma Dijkstra. Jalur yang diperoleh kemudian dianalisis melalui optimasi yang mencakup evaluasi jumlah jalur, lebar jalur, serta lebar jalur keluar. Hasil akhir perancangan selanjutnya divisualisasikan dalam bentuk peta jalur evakuasi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam titik kumpul, yaitu titik kumpul tambang 1, tambang 2, stockpile, pabrik, kompleks kantor, dan titik kumpul akhir. Seluruh titik kumpul tersebut telah memenuhi 75% kriteria teknis keselamatan. Selanjutnya, melalui pemodelan topologi diperoleh graf berbobot yang merepresentasikan keterhubungan titik setiap area kerja yakni tambang, pabrik, stockpile, kompleks kantor, dan kompleks pos satpam. Melalui model ini, penerapan algoritma Dijkstra memperoleh jalur evakuasi terpendek pada setiap areanya. Analisis optimasi menunjukkan masih terdapat beberapa keterbatasan, khususnya pada aspek jumlah dan lebar jalur evakuasi di beberapa area. Beberapa bangunan hanya memiliki satu jalur keluar sehingga belum memenuhi standar yang mensyaratkan lebih dari satu jalur evakuasi. Selain itu, keterbatasan geometri jalan tambang menyebabkan semua jalur belum memenuhi ketentuan lebar minimum. Meskipun demikian, seluruh lebar jalur keluar telah memenuhi standar yang berlaku. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mengoptimalkan jalur yang ada dengan memastikan tidak adanya hambatan pada jalur, menambah sistem proteksi kebakaran, serta melakukan pelebaran jalur tambang guna meningkatkan keselamatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menghasilkan rancangan jalur evakuasi dengan rute terpendek yang hampir sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Peta jalur evakuasi yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pekerja terhadap rute evakuasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat perusahaan. Selain itu, rancangan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan dan penyempurnaan sistem evakuasi, baik di PT PMSP maupun lingkungan pertambangan lain dengan karakteristik serupa.

Description

Finalisasi_Maya_19 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By