Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Dari Kendaraan Bermotor Di Wilayah Jalan Mastrip Kabupaten Jember Pada Kondisi Hujan Dan Tidak Hujan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini mengkaji dampak volume kendaraan terhadap tingkat emisi
gas buang di Jalan Mastrip Kabupaten Jember. Data volume kendaraan diambil di
9 titik melalui traffic counting selama jam 06.00 - 08.00; 16.00 - 18.00 WIB pada
saat sistem satu arah diberlakukan, dan jam 11.00 - 13.00 saat sistem satu arah
tidak diberlakukan. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 18 Januari - 24
Januari 2025. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh sistem satu arah dan kondisi hujan terhadap emisi yang ditimbulkan.
Perhitungan emisi mengacu pada PERMEN LH Nomor 12 Tahun 2010 serta
PERMEN LHK Nomor 73 Tahun 2017. Perhitungan beban emisi dilakukan sesuai
jenis kendaraan yaitu roda 2 & roda 3, mobil berbahan bakar bensin, mobil
dengan bahan bakar solar, truk, dan bus. Parameter yang dihitung ada 6 yaitu CO,
HC, NO2, SO2, PM10, dan CO2. Hasil penelitian menunjukkan nilai CO tertinggi
ada pada hari Kamis mencapai 47,53 ton CO/tahun. Emisi HC tertinggi adalah
16,01 ton HC/tahun terdapat pada hari Senin. Emisi NO2, PM10, dan SO2 tertinggi
ada pada hari Kamis dengan nilai masing-masing 4,76 ton NO2/tahun; 0,88 ton
PM10/tahun; dan 0,21 ton SO2/tahun. Emisi CO2 merupakan parameter yang
memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan emisi lainnya, dengan nilai berkisar
227,18 - 401,25 ton CO2/tahun dengan nilai tertingginya ada pada hari Kamis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa emisi udara cenderung meningkat pada hari
kerja dibandingkan pada hari libur.
Analisis regresi linier digunakan untuk memodelkan hubungan antara
variabel. Uji asumsi klasik dilakukan untuk memvalidasi model, meliputi uji
normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Uji normalitas
menunjukkan nilai p-value kurang dari 0,05 untuk setiap parameter, sehingga data tidak terdistribusi secara normal. Uji heteroskedastisitas pada semua parameter
emisi memiliki nilai p-value lebih dari 0,05; artinya tidak terjadi
heteroskedastisitas pada data. Data ini tidak terdapat autokorelasi pada emisi CO,
HC, PM10, SO2, dan CO₂ dilihat dari nilai p-value lebih dari 0,05. Terjadi
autokorelasi positif yang signifikan terhadap emisi NO2 dengan nilai p-value
0,03993. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance kurang dari 0,1 atau
VIF lebih dari 10 pada kondisi SSA dan hujan, sehingga tidak ada
multikolinearitas yang signifikan. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan
bahwa jumlah kendaraan menjadi variabel signifikan. Kondisi SSA memiliki
hubungan signifikan terhadap penurunan emisi HC, PM10, dan CO2 dan memiliki
hubungan tidak signifikan terhadap parameter lainnya. Kondisi hujan dapat
menurunkan emisi CO, HC, NO2, PM10, dan meningkatkan emisi SO2 dan CO2.
Nilai p-value semua parameter lebih dari 0,05 terhadap kondisi hujan artinya tidak
ada hubungan yang signifikan secara statistik.
