Analisis Wacana Peringatan dan Larangan yang Terpampang di Tempattempat Umum di Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Peristiwa komunikasi berlangsung dengan melibatkan penyampai pesan,
pesan, dan penerima pesan. Pesan informasi berupa peringatan dan larangan dapat
dengan mudah dijumpai di tempat-tempat umum seperti di tepi jalan, di rumah
sakit, di kampus, di masjid, di mall, dan lain sebagainya. De Beaugrande dan
Dressler (dalam Santoso 2008: 113) mengatakan “sebagai sebuah peristiwa
komunikatif (communicative accurrence), sebuah teks haruslah memenuhi standar
tekstualitas. Pada penelitian ini, peneliti menganalisis wacana peringatan dan
larangan tersebut untuk mengetahui apakah wacana peringatan dan larangan
tersebut memenuhi standar tekstualitas wacana.
Pada pembahasan berikutnya, peneliti menggunakan teori fungsi kontrol
sosial untuk meneliti wacana peringatan dan larangan. Penelitian ini menarik
untuk diteliti, sebab akan diketahui seberapa besar pengaruh wacana peringatan
dan larangan tersebut terhadap tindakan masyarakat.
Data penelitian yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian ini,
yaitu wacana yang terdapat pada peringatan dan larangan yang terpampang di
tempat-tempat umum di Jember. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak
dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Metode simak merupakan
metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara menyimak
penggunaan bahasa. Selanjutnya, teknik SBLC dilakukan dengan cara menyimak
penggunaan bahasa tanpa terlibat langsung dengan objek yang diteliti. Pada
penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif
kualitatif. Artinya, secara analitis data penelitian dianalisis sesuai dengan butirbutir
yang
ditanyakan
dalam
penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada 33 wacana
yang memenuhi standar kohesi, 16 wacana yang memenuhi standar koherensi, 35
wacana yang memenuhi standar intensionalitas, 35 wacana yang memenuhi
standar keberterimaan, 35 wacana yang memenuhi standar informativitas, 35 wacana yang memenuhi standar situasionalitas, dan 35 wacana yang tidak
diketahui intertekstualitasnya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan tidak
ada yang memenuhi tujuh standar tekstualitas.
Penelitian terhadap 35 data wacana peringatan dan larangan yang
terpampang di tempat-tempat umum dapat dikatakan bahwa teori standar
tekstualitas wacana tidak sepenuhnya relevan dengan data. Dikatakan tidak
relevan, sebab data yang hanya berupa satu kata, dua kata, frasa, kalimat tidak
lengkap, simbol atau tanda, tidak dapat dipermasalahkan apakah memenuhi
kohesi, koherensi, intensionalitas, atau intertektualitas. Standar yang relevan
untuk menganalisis hanya standar situasionalitas dan keberterimaan. Standar
situasionalitas berkaitan dengan kesesuaian antara wacana dan situasi wacana
tersebut dipasang, sedangkan standar keberterimaan berkaitan dengan sikap
penerima wacana terhadap wacana.
Berkaitan dengan fungsi kontrol sosial, ada 18 wacana yang efektif dapat
mengontrol tindakan masyarakat, 14 wacana yang tidak efektif mengontrol, 3
wacana yang sebagian mengontrol dan sebagian tidak efektif mengontrol tindakan
masyarakat,. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa wacana
peringatan dan larangan dapat berfungsi sebagai kontrol sosial yaitu dipatuhi
masyarakat Jember.
Wacana yang dapat efektif mengontrol tindakan masyarakat adalah
wacana dengan penggunaan kata yang tegas, yang apabila dilanggar dapat
menyebabkan risiko besar atau mendapatkan sanksi dan wacana yang
dilatarbelakangi oleh konteks tertentu, sedangkan wacana yang cenderung tidak
efektif adalah wacana dengan penggunaan kata-kata yang tidak tegas dan tidak
jelas, serta wacana yang dilatarbelakangi oleh konteks tertentu.
Description
reupload file repositori 6 april 2026_kurnadi/feren
