Penggunaan Sinematografi Drone FPV untuk Meningkatkan Adegan Dramatik Suspense Film Ambulance
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film adalah seni bercerita yang berbasis pada audio visual atau suatu cerita
yang dituturkan melalui rangkaian gambar bergerak. Merujuk pada arti dan fungsi
film di atas, film tidak akan pernah lepas dari sebuah gambar dan suara yang terdiri
dari dua unsur, yaitu unsur naratif dan unsur sinematik. Dalam unsur sinematik juga
terdapat unsur dramatik yang berfungsi untuk melahirkan suatu gerak dramatik
pada cerita maupun pemikiran penonton. Salah satu unsur dramatik yang
dibutuhkan adalah suspense. Suspense adalah suatu istilah yang digunakan untuk
menunjukkan adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was-was serta ingin
tahu lebih lanjut pada diri penonton. Film Ambulance (2022) adalah film thriller
aksi perampokan Amerika tahun 2022 yang disutradarai dan diproduksi bersama
oleh Michael Bay dan ditulis oleh Chris Fedak mampu menciptakan suasana jalanan
Los Angeles menjadi mencekam. Film Ambulance (2022) bercerita tentang seorang
mantan tentara yang sedang dalam keadaan krisis ekonomi dan membutuhkan biaya
yang besar untuk operasi istrinya, memutuskan untuk merampok bank bersama
kakak angkatnya. Sayangnya, perampokan tidak berjalan semulus dugaan. Dengan
putus harapan, kedua bersaudara tersebut membajak ambulan yang di dalamnya
terdapat polisi sekarat serta seseorang petugas medis.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat 14 adegan suspense yang
sudah peneliti reduksi kembali berdasarkan garis besar alur cerita yang kemudian
ditingkatkan melalui sinematik drone fpv, salah satunya melalui pergerakan kamera
drone fpv. Sinematografi khususnya pergerakan kamera drone fpv dalam 14 adegan
tersebut mampu meningkatkan suspense, meskipun dalam temuannya tidak hanya
diperkuat dengan pergerakan drone fpv saja, adapun melalui handheld. Peneliti juga
menemukan pola durasi shot yang cepat guna menambah ketegangan dalam film
Ambulance (2022). Dalam penelitian ini, peneliti membatasi bahasan hanya fokus
pada framing yang ada pada film Ambulance (2022). Framing yang dimaksud
adalah hubungan antara kamera dengan objek, contohnya seperti batasan lebar
gambar atau frame, ketinggian, jarak, dan pergerakan kamera drone sebagai hal
yang dapat meningkatkan suspense karena dengan penggunaan drone fpv pada film
Ambulance (2022) dapat memberikan visual yang realistis dan mendalam dari
adegan-adegan yang menegangkan. Dengan kemampuan untuk mendekati objek
atau subjek dengan cepat, drone fpv dapat membawa penonton ke dalam situasi
yang terasa nyata. Hal ini dapat meningkatkan suspense atau ketegangan dan
menambah elemen dramatis dalam film. Selain itu, dengan adanya pendapat dari
Mascelli (1987:103) yang mengatakan bahwa kamera dapat menciptakan suspense
atau ketegangan dengan melakukan salah satu pergerakan kamera seperti pan dan
zoom untuk memunculkan seorang pemain atau action secara tiba-tiba, juga
memperkuat bahwa pergerakan drone fpv yang digunakan dalam pengambilan
gambar pada film Ambulance (2022) dapat meningkatkan suspense atau ketegangan
dalam film. Pergerakan kamera berfungsi untuk mengarahkan perhatian penonton,
memberi info naratif, menciptakan efek yang ekspresif dan membantu menciptakan
berbagai macam emosi dalam sebuah film.
Description
Approved by Teddy
