Perawatan Diri Penderita Kusta sebagai Upaya Pencegahan Peningkatan Kecacatan Kusta di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit yang saat ini masih menjadi target eliminasi tingkat kabupaten/kota. Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang telah mencapai eliminasi kusta, namun masih terdapat 3 daerah kantong kusta, yaitu Ajung, Sumberbaru, dan Bangsalsari. Berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan dari Seksi P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, pada tahun 2021 terdapat 3,2 kasus per 100.000 penduduk dan terjadi peningkatan pada tahun 2022 sebesar 4,6 kasus per 100.000 penduduk. Proporsi kecacatan tingkat 2 mengalami peningkatan pada tahun 2021-2022 dari 10,7% menjadi 13,9%. Kecacatan yang diderita oleh pasien kusta menimbulkan berbagai dampak (psikologi, ekonomi dan sosial). Pencegahan peningkatan kecacatan pada kusta dapat dilakukan dengan pengobatan Multi Drug Therapy (MDT) dan perawatan diri. Perawatan diri yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan pendekatan prinsip 3M (Memeriksa, Melindungi dan Merawat). Perilaku perawatan diri penderita kusta dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru dengan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2, yaitu informan kunci dan informan utama. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer, wawancara dan perekam suara, serta data sekunder, yaitu data kasus kusta di Puskesmas Sumberbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa penjelasan lisan dan kutipan langsung dari para informan, disesuaikan dengan bahasa dan pandangan informan pada saat wawancara. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah faktor predisposisi dalam penelitian ini terkait semua informan utama tidak memahami terkait kusta dan sumber penularan dengan tepat. Informan tidak dapat menjelaskan secara terperinci terkait penyakit kusta, tetapi dapat menjelaskan gejala yang dialami. Faktor pemungkin dalam penelitian ini terdiri dari pemanfaatan pelayanan kesehatan telah dilakukan oleh informan utama ketika sakit dengan akses yang membutuhkan waktu tempuh 1030 menit dan sarana yang digunakan adalah sepeda motor. Perawatan diri hanya dilakukan satu informan utama saja pada jari tangan yang menekuk dan kaku dengan menggunakan minyak kelapa, sedangkan informan utama lainnya tidak melakukan perawatan diri dan hanya bergantung pada pengobatan.Faktor penguat dalam penelitian ini adalah peran petugas kesehatan yang terdiri dari pemeriksaan, deteksi dan pengobatan kusta, pemberitahuan informasi tentang kusta, dan konseling, serta bentuk dukungan keluarga yang diterima oleh informan adalah semangat, bentuk kepedulian, seperti pengambilan obat, mengingatkan untuk minum obat, larangan melakukan sesuatu yang dapat memperparah keadaan, dan memberikan informasi tentang kusta. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini bagi Puskesmas Sumberbaru adalah peningkatan pemahaman konsep dan pengetahuan terkait penyakit kusta kepada penderita kusta dan pentingnya perawatan diri yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan media edukasi kepada penderita kusta, seperti leaflet yang dapat dibawa pulang oleh penderita kusta. Penanggung jawab kusta di Puskesmas Sumberbaru dapat dilakukan pembuatan grup WhatsApp untuk pemantauan pengobatan dan pemberian informasi terkait kusta pada penderita kusta secara berkala pengaktifan kembali Kelompok Perawatan Diri (KPD) untuk memberikan ruang kepada penderita kusta terkait perawatan diri, berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan emosional.

Description

Reupload file repositori 9 februari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By