Hierarki Kebutuhan Tokoh Cerita Dalam Novel Janshen Karya Risa Saraswati: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow

dc.contributor.authorGaluh Safira
dc.date.accessioned2026-03-12T06:48:56Z
dc.date.issued2025-07
dc.descriptionReupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractKajian ini dilatarbelakangi oleh cerminan hierarki kebutuhan Maslow pada tokoh-tokoh dalam novel Janshen karya Risa Saraswati. Novel ini melalui perjalanan emosional yang penuh lika-liku menampilkan upaya para tokoh mencapai aktualisasi diri sebagai kebutuhan tertinggi. Oleh karena itu, novel dianalisis menggunakan teori psikologi humanistik Abraham Maslow untuk mengungkap hierarki kebutuhan tokoh dalam cerita. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan hierarki kebutuhan tokoh dalam novel Janshen karya Risa Saraswati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan objektif. Objek material penelitian ini adalah novel berjudul Janshen karya Risa Saraswati. Objek formal dalam penelitian ini yaitu keterkaitan antarunsur struktural dan hierarki kebutuhan tokoh. Satuan analisis dalam penelitian ini berupa kalimat atau paragraf yang menunjukkan unsur struktural dan aspek hierarki kebutuhan tokoh. Analisis struktural menunjukkan adanya keterkaitan antarunsur tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar. Analisis unsur struktural menunjukkan bahwa tema mayor yang berkaitan dengan tokoh Janshen adalah hubungan keluarga Belanda di Hindia Belanda yang harmonis. Tokoh Anna memiliki watak datar berkaitan dengan tema minor “kebijaksanaan seorang anak dalam menghadapi masalah”. Tema minor “persahabatan yang tidak membedakan status sosial” berkaitan dengan tokoh Reina yang memiliki watak datar. Tema minor “kemanusiaan mengalahkan batas identitas penjajah dan terjajah” berkaitan dengan tokoh Satirah yang berwatak datar. Tokoh Joshua memiliki watak datar yang berterkaitan dengan tema minor “kebencian pribumi terhadap bangsa Belanda”. Tema dan tokoh saling berkaitan dengan timbulnya sebuah konflik. Konflik yang dialami tokoh dalam novel Janshen adalah konflik fisik dan batin. Konflik fisik manusia dengan manusia dialami oleh Janshen dengan Joshua, Joshua dengan Anna, dan Joshua dengan Satirah. Konflik fisik manusia dengan masyarakat dialami oleh Janshen dengan tentara Jepang. Konflik batin antara ide dan ide lainnya terjadi antara Janshen dan Anna. Konflik batin dengan kata hatinya dialami oleh Janshen, Anna, dan Reina. Konflik yang terjadi pada setiap tokoh berkaitan dengan latar dalam novel. Unsur tema, penokohan dan perwatakan, dan konflik memiliki keterkaitan dengan latar. Latar tempat terjadi di Hindia Belanda dan Bandoeng. Latar waktu terjadi saat masa pemerintahan Belanda di Hindia Belanda dan masa peralihan kependudukan Jepang di Hindia Belanda. Latar sosial stratifikasi sosial dan kebencian koleketif terhadap bangsa Belanda berperan dalam timbulnya konflik. Berdasarkan hal tersebut, keempat unsur memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Analisis psikologi humanistik novel Janshen menunjukkan adanya pemenuhan hierarki kebutuhan tokoh, yaitu tokoh Janshen, Anna, Reina, Satirah, dan Joshua. Kelima tokoh tersebut mampu memenuhi seluruh tingkatan kebutuhan berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, termasuk pada tingkat tertinggi yaitu aktualisasi diri. Walaupun secara keseluruhan meerka mampu memenuhi kebutuhan aktualisasi diri, namun terdapat kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai aktualisasi diri pada masing-masing tokoh. Janshen sebagai tokoh utama memiliki kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan rasa harga diri. Tokoh Anna memiliki kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan rasa harga diri. Tokoh Reina memiliki kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan fisiologis. Tokoh Satirah memiliki kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan rasa cinta dan memiliki. Tokoh Joshua memiliki kebutuhan yang lebih dominan untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan rasa aman.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dra. Titik Maslikatin, M.Hum. Dosen Pembimbing Anggota : Dewi Angelina, S.S., M.A.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5258
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjecthierarki
dc.subjectMaslow
dc.subjectnovel Janshen
dc.subjectkarya Risa Saraswati
dc.titleHierarki Kebutuhan Tokoh Cerita Dalam Novel Janshen Karya Risa Saraswati: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Galuh Safira - 210110201060.pdf
Size:
875.46 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: