Realitas Kultural Tari Lahbako Perwujudan Akuntansi Pertanian Berkelanjutan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Abstract

Pertanian tidak hanya urusan bercocok tanam, tetapi juga sebuah ekosistem kompleks yang memerlukan pengelolaan sumber daya secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks inilah akuntansi pertanian berkelanjutan (sustainable agricultural accounting) muncul sebagai instrumen krusial, jauh melampaui sekadar pencatatan keuangan tradisional. Akuntansi ini bertujuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan seperti pilar ekonomi, lingkungan, dan sosial yang salah satunya termasuk hubungan dengan masyarakat lokal sesuai kerangka GRI 413 ke dalam inti pengelolaan usaha tani, memastikan kelangsungan hidupnya secara holistik untuk generasi mendatang. Tantangan utama seringkali terletak pada bagaimana secara konkret mengoperasionalkan dan memvisualisasikan aspek sosial yang abstrak dalam praktik akuntansi tersebut, terutama dalam konteks budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai kolektivitas. Di sinilah, Tari Lahbako dari Jember, Jawa Timur, menawarkan metafora yang sangat kuat dan relevan. Tarian ini menggambarkan semangat gotong royong petani dalam mengolah lahan dan memanen tembakau, serta mengandung simbol-simbol mendalam tentang interaksi, koordinasi, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Description

Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By