Analisis Kesiapan Calon Pengguna Dalam Adopsi Teknologi Baru Menggunakan Metode Technology Readiness Index (TRI). (Studi Kasus : Kementerian Agama Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu komputer
Abstract
SiABKA (Sistem Informasi Amal Bakti Kementerian Agama) merupakan
sistem informasi yang baru selesai dibangun yang ada pada koperasi Kemenag
(Kementerian Agama) Kabupaten Jember. SiABKA dibuat secara online dengan
berbasis web guna meningkatkan layanan masyarakat yang memadai dan juga
memudahkan pengoperasian pada koperasi kemenag Kabupaten Jember tersebut.
SiABKA adalah suatu sistem pendataan dan pengelolaan data-data administrasi
koperasi kemenag Kabupaten Jember. Ada beberpa aktivitas utama dalam sistem
pengelolaan administrasi dan keuangan terintegrasi yaitu mencakup pengelolaan
database anggota, pengelolaan surat masuk dan surat keluar, dan pengelolaan
pinjaman secara elektronik mulai dari proses permohonan pinjaman sampai dengan
proses pencairan pinjaman, serta pencatatan dan pelaporan mengacu pada (RKP
KPRI Amal Bakti Kementerian Agama Kabupaten Jember (TB), 2019). SiABKA
diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas kemandirian sebagai pelayanan
masyarakat dalam segala bidang yang ada pada koperasi kemenag Kabupaten
Jember itu sendiri. Maka dari itu dibuatlah SiABKA guna meningkatkan faktor
pendukung untuk mencapai laba. Karena tujuan koperasi umunya adalah mencapai
laba yang maksimal, mempertahankan kelangsungan hidup dan manager
pertumbuhan dalam usahanya (Negara, 2013). Penelitian ini akan menggunakan metode
Technology Readiness Index (TRI). Hasil yang didapat dari penelitian menggunakan TRI ini
akan menunjukkan kesiapan pada calon pengguna terhadap adopsi teknologi informasi dalam
bentuk 3 kategori yaitu (Low, Medium, High).Tahap awal yang dilakukan dari kegiatan
penelitian ini perancangan butir-butir kuesioner dan dilanjutkan dengan uji
instrumen (uji validitas & uji reliabilitas). Pengembangan data dilakukan dengan
menggunakan penyebaran kuesioner terhadap 276 responden yang dijadikan
sebagai sempel menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling
dengan menggunakan purposive sampling. Hasil dari kuesioner responden
selanjutnya dianalisis untuk menghitung tingkat kesiapan calon pengguna sehingga
dapat ditentukan tingkat kesiapan calon pengguna SiABKA yang selanjutnya akan
menghasilkan rekomendasi sesuai tingkat kesiapan yang didapat berdasarkan
analisis menggunakan TRI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan calon pengguna
dalam adopsi SiABKA yaitu sebesar 2.94. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat
kesiapan calon pengguna SiABKA berada pada kategori sedang (Medium
Technology Readiness Index). Dua dimensi yaitu optimism dan innovativeness
dengan skor nilai 0.83 & 0.72 berpengaruh secara signifikan terhadap nilai TRI.
Sikap optimis dan inovasi yang tinggi mendorong calon pengguna untuk
menggunakan SiABKA dengan harapan proses SiABKA dapat dikembangkan lebih
baik lagi, sehingga dapat meningkatkan kualitas seluruh kegiatan SiABKA. Namun
variabel discomfort dan insecurity yang nilainya kecil dibandingan 2 variabel
optimis dan innovativenessn menjadi suatu hambatan kepada para calon pengguna
SiABKA dalam hal pengadopsian teknologi informasi.
Description
reupload file repository 14 april 2026 izza/toufik
