Kajian Sejarah Sosial Kesehatan : Dokoen Djampi Dalam Praktik Penyembuhan Penyakit Kolera Pada Masa Kolonial Belanda

dc.contributor.authorAjeng Eka Purwanti
dc.date.accessioned2026-07-27T00:19:34Z
dc.date.issued2026-06-29
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 27 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya praktik pengobatan tradisional yang dilakukan oleh Doekoen Djampi di tengah berkembangnya sistem pelayanan kesehatan kolonial pada masa merebaknya wabah Kolera di Kampoeng Soerabaia tahun 1927–1929. Pemerintah Hindia Belanda telah melakukan berbagai upaya penanggulangan wabah melalui penyediaan rumah sakit, tenaga medis, peningkatan sanitasi lingkungan, vaksinasi, serta pelaksanaan Hygiënecampagne sebagai bagian dari kebijakan volksgezondheid. Meskipun demikian, sebagian masyarakat tetap memanfaatkan jasa Doekoen Djampi sebagai salah satu alternatif penyembuhan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa modernisasi medis tidak serta-merta menghilangkan praktik pengobatan tradisional yang telah lama berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mengajukan tiga rumusan masalah, yaitu: (1) mengapa masyarakat Kampoeng Soerabaia tetap mempercayai Doekoen Djampi dalam penyembuhan penyakit Kolera pada tahun 1927–1929; (2) bagaimana bentuk praktik penyembuhan yang dilakukan oleh Doekoen Djampi selama berlangsungnya wabah Kolera; dan (3) bagaimana peran Doekoen Djampi dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat di tengah berkembangnya sistem pelayanan kesehatan kolonial hingga pelaksanaan Hygiënecampagne tahun 1929. Rumusan masalah tersebut bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi bertahannya kepercayaan masyarakat terhadap Doekoen Djampi, mendeskripsikan bentuk-bentuk praktik penyembuhan yang dilakukan, serta menganalisis peran Doekoen Djampi dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat di tengah modernisasi sistem kesehatan kolonial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan sumber dilakukan melalui arsip kolonial, surat kabar berbahasa Belanda dan Melayu-Tionghoa, laporan kesehatan pemerintah Hindia Belanda, buku-buku sezaman, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan sejarah kesehatan, pengobatan tradisional, dan masyarakat Jawa pada masa kolonial. Analisis penelitian menggunakan pendekatan sejarah sosial kesehatan dengan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk menjelaskan fungsi sosial Doekoen Djampi dalam mempertahankan keberlangsungan praktik pengobatan tradisional di tengah perubahan sistem kesehatan kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bertahannya kepercayaan masyarakat terhadap Doekoen Djampi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Keberadaan Doekoen Djampi telah dikenal oleh masyarakat Kampoeng Soerabaia sebelum terjadinya wabah Kolera melalui proses pewarisan pengetahuan pengobatan tradisional secara turun-temurun. Ketika wabah Kolera melanda, masyarakat melakukan adaptasi dengan memanfaatkan pengobatan yang telah lama dikenal karena lebih mudah dijangkau dibandingkan pelayanan kesehatan kolonial yang masih terbatas. Selain itu, kondisi sosial, ekonomi, dan geografis masyarakat turut memengaruhi pilihan terhadap pengobatan tradisional sehingga Doekoen Djampi tetap memperoleh kepercayaan sebagai tempat mencari pertolongan ketika penyakit menyebar. Praktik penyembuhan yang dilakukan oleh Doekoen Djampi memperlihatkan perpaduan antara pengetahuan empiris dan kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat. Pengobatan dilakukan melalui pemanfaatan ramuan herbal yang diracik dari berbagai tanaman obat, disertai doa, mantra, ritual penyembuhan, serta penggunaan petangan Jawa untuk menentukan waktu pelaksanaan pengobatan. Proses penyembuhan juga memperhatikan tata cara konsumsi ramuan, anjuran beristirahat, pemenuhan cairan tubuh, dan pantangan makanan selama masa pemulihan. Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak hanya dipahami sebagai gangguan fisik, tetapi juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh, lingkungan, dan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Doekoen Djampi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar penyembuh tradisional. Di tengah berkembangnya pelayanan kesehatan kolonial, Doekoen Djampi berfungsi sebagai mediator sosial alternatif yang memperoleh legitimasi melalui hubungan yang dekat dengan masyarakat, pengalaman penyembuhan, serta kepercayaan yang diwariskan antargenerasi. Perkembangan pelayanan kesehatan kolonial yang semakin intensif pada tahun 1929 melalui perluasan kebijakan volksgezondheid dan pelaksanaan Hygiënecampagne mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih serta memanfaatkan pelayanan medis modern. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak menghilangkan praktik pengobatan tradisional. Pengobatan modern dan pengobatan tradisional berkembang secara berdampingan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kampoeng Soerabaia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi sistem kesehatan kolonial pada periode 1927–1929 tidak sepenuhnya menggantikan praktik pengobatan tradisional yang telah berkembang dalam masyarakat. Keberadaan Doekoen Djampi tetap bertahan karena didukung oleh kepercayaan masyarakat, legitimasi sosial, pewarisan pengetahuan lokal, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang dibawa oleh pemerintah kolonial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Doekoen Djampi tidak hanya berperan dalam praktik penyembuhan penyakit, tetapi juga merepresentasikan ketahanan budaya lokal masyarakat Kampoeng Soerabaia. Keberlanjutan praktik tersebut memperlihatkan bahwa sistem pengobatan tradisional dan sistem medis kolonial berkembang secara berdampingan sehingga membentuk dinamika sejarah kesehatan pada masa kolonial.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Nurul Umamah, M.Pd
dc.identifier.citationPPKI Universitas Jember
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12016
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectDokoen Djampi
dc.subjectCholera
dc.subjectSoerabaia
dc.subjectTradisional Medicine
dc.titleKajian Sejarah Sosial Kesehatan : Dokoen Djampi Dalam Praktik Penyembuhan Penyakit Kolera Pada Masa Kolonial Belanda
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SKRIPSI REPOSITORY_AJENG EKA PURWANTI_220210302001.pdf
Size:
2.66 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: