Implementasi Tepid Water Sponge dengan Pendekatan Family Centered Care untuk Hipertermia pada Anak Kejang Demam di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Selia Calita Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T08:51:38Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-11 | |
| dc.description | Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Kejang demam merupakan kejadian kejang yang disebabkan akibat adanya peningkatan suhu tubuh melebihi 38°C akibat proses patologis ekstrakranial. Masalah utama yang sering dialami pasien kejang demam adalah hipertermia, dimana kondisi suhu tubuh berada di atas rentang normal. Hipertermia yang tidak ditangani secara segera pada anak kejang demam berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kejang berulang. Salah satu upaya menurunkan suhu tubuh pada anak hipertermi anak kejang demam dengan hipertermia yakni dengan manajemen hipertermia, salah satu tindakannya melalui pendinginan eksternal berupa kompres. Tepid water sponge merupakan pengembangan dari kompres hangat yang mengkombinasikan kompres blok seka guna menstimulasi vasodilatasi pembuluh darah perifer, intervensi difokuskan pada area tubuh yang memiliki pembuluh darah besar. Pemberian tepid water sponge dilakukan dengan pendekatan family centered care. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi imlementasi tepid water sponge dengan pendekatan family centered care pada anak kejang demam dengan hipertermia. Desain penelitian studi kasus dengan partisipan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan memenuhi tanda gejala mayor 100% suhu di atas nilai normal. Penelitian dilakukan di di Ruang Bougenvile RSUD dr. Haryoto Lumajang selama 2 hari, 2x di hari pertama dan 1x dihari kedua, dengan waktu 20 menit pada bulan April 2026. Teknik pengumpulan data yakni (WOD) wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selama proses penelitian, intrumen yang digunakan yaitu termometer untuk mengukur suhu tubuh, lembar observasi tanda gejala mayor dan minor hipertermia sesuai SDKI dan lembar SLKI sebagai alat ukur indikator ketercapaian. Evaluasi dilakukan selama 3 hari dengan implementasi tepid water sponge selama 2 hari. Pada observasi hari kedua sore suhu tubuh pasien berada dalam batas normal, hari ketiga dilakukan observasi suhu lanjutan dan edukasi pada keluarga. Setelah dilakukan implementasi selama dua hari didapatkan hasil penurunan suhu tubuh di rentang 0,9-1,3 °C, kulit merah menurun, suhu kulit menurun, dan takikardi menurun. Implementasi tepid water sponge dapat menurunkan suhu tubuh pada anak kejang demam dengan hipertermia. Intervensi ini disarankan untuk dilanjutkan oleh perawat ruangan sebagai upaya penaganan non farmakologi pada anak hipertermia dengan kejang demam. | |
| dc.description.sponsorship | Anggia Astuti, S.Kp., Ners, M.Kep. Musviro, S.Kep., Ners, M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10908 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Family Centered Care | |
| dc.subject | Anak | |
| dc.subject | Hipertermi | |
| dc.subject | Kejang Demam | |
| dc.subject | Tepid Water Sponge | |
| dc.title | Implementasi Tepid Water Sponge dengan Pendekatan Family Centered Care untuk Hipertermia pada Anak Kejang Demam di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
