Studi Kesadaran Gizi Pada Keluarga dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Stunting umumnya terjadi direntang usia 0-3 tahun yang besifat permanen
dan ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya / lebih pendek.
Stunting diakibatkan oleh masalah gizi 1000 Hari Pertama Kelahiran, sanitasi &
higiene, genetik, pola asuh keluarga, dan awareness (kesadaran) keluarga. Tingkat
kesadaran keluarga yang rendah berakibat pada kejadian stunting balita, meskipun
tingkat ekonomi dan usia keluarga menjadi faktor tambahannya. Capaian
Sustainable Development Goal’s (SDG’s) (<40%), Keluarga Sadar Gizi
(KADARZI) (2008) dalam Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga (PIS
PK) (2018) (16,3%), sehingga tingkat kesadaran keluarga dalam pemenuhan gizi
keluarga belum tercapai. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kesadaran
keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan stunting pada balita. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kesadaran gizi
pada keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Panti
Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan
pendekatan cross sectional pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020.
Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling pada 167 ibu
yang memiliki balita stunting. Alat pengukur data berupa kuesioner karakteristik
partisipan untuk mengukur sosiodemografi ibu dan balitanya. NAM-Q
(Nutritional Awareness of Mother-Questionnare) digunakan untuk mengukur
tingkat kesadaran gizi pada ibu, sedangkan pengukuran tinggi/panjang badan
menggunakan microtoise dan lenght board. Chi-square dengan signifikansi 0,05
digunakan sebagai analisis untuk menjawab tujuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan kesadaran gizi tinggi
sebesar 44,3%. Kejadian stunting pendek lebih tinggi dari stunting sangat pendek
yakni 58,7% vs 41,3%. Lebih lanjut, kesadaran gizi keluarga hubungan dengan
kejadian stunting pada balita di Kecamatan Panti Kabupaten Jember (χ2 = 40,333;
p-value = <0,001). Sementara itu keterkaitan antara kesadaran gizi dengan
kejadian stunting menunjukkan korelasi sedang (r=0,43).
Kesadaran gizi keluarga yang tinggi dikarenakan jenis pekerjaan ibu hanya
sebagai ibu rumah tangga dapat memberikan waktu penuh untuk memberikan
asuhan terbaik pada balitanya sehingga kesadaran gizi pada keluarga tersebut
meningkat. Dalam penelitian ini kejadian stunting terbanyak ditemukan yaitu
stunting pendek. Pada penelitian ini dimungkinkan balita belum terpenuhi asupan
gizinya sehingga nilai Z-score tergolong kurang (stunting). Melaksanakan kelima
indikator KADARZI merupakan suatu tindakan. Sikap yang mendukung maupun
sikap yang tidak mendukung terbentuk dari pengetahuan. Semakin banyak segi
positif pengetahuan akan semakin terbentuk sikap yang mendukung. Maka
diharapkan muncul sikap yang mendukung tentang KADARZI dan mampu
berperilaku yang baik pula. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kesadaran
gizi pada keluarga dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan kepada
petugas kesehatan setempat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya
kesadaran gizi keluarga terutama pada ibu baik yang memiliki balita normal serta
stunting di Kecamatan Panti sehingga dapat menambah wawasan ibu dan dapat
meningkatkan kesadaran gizi keluarga untuk mengatasi permasalahan stunting
pada balita.
Description
Reupload Repositori File 05 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi
