Perbedaan Visus Sebelum dan Sesudah Terapi Farmakologis Antihipertensi pada Pasien Retinopati Hipertensi di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan kerusakan organ target, termasuk mata. Salah satu komplikasi akibat hipertensi adalah retinopati hipertensi. Pengendalian tekanan darah melalui terapi farmakologis antihipertensi merupakan tata laksana utama retinopati hipertensi dan diharapkan mampu memperbaiki perfusi retina serta meningkatkan fungsi penglihatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan visus sebelum dan sesudah terapi farmakologis antihipertensi pada pasien retinopati hipertensi di RSD dr. Soebandi Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain retrospective cohort. Data dikumpulkan dari rekam medis periode Januari 2024 hingga Juni 2026. Semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan. Sebanyak 21 pasien memenuhi kriteria penelitian, dilanjutkan dengan analisis statistik univariat, bivariat dengan Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Selain itu dilakukan analisis Fisher's Exact Test untuk menilai hubungan beberapa karakteristik pasien terhadap perubahan tekanan darah dan perbaikan visus.
Hasil penelitian 16 pasien (76,2%) mengalami perbaikan visus. Berdasarkan jumlah kombinasi terapi, satu obat paling banyak diberikan (38,1%). Perbaikan tekanan darah terjadi pada 7 pasien (33,3%), sedangkan 14 pasien (66,7%) belum mencapai target perbaikan tekanan darah. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (71,4%). Berdasarkan lama terapi, sebanyak 12 pasien (57,1%) menjalani terapi selama <3 bulan, sedangkan 9 pasien (42,9%) menjalani terapi selama ≥3 bulan. Berdasarkan usia, mayoritas berusia <55 tahun, yaitu sebanyak 14 pasien (66,7%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p 0,005 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara visus sebelum dan sesudah terapi farmakologis antihipertensi. Hasil Fisher's Exact Test antara perubahan tekanan darah dengan perbaikan visus nilai p 1,000. Usia dengan tekanan darah nilai p 0,613. Usia dengan visus nilai p 0,280. Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pasien mengalami perbaikan visus setelah terapi, keberhasilan tersebut tidak dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan tekanan darah maupun kelompok usia pada penelitian ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam melakukan evaluasi terapi serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan lokasi penelitian yang lebih luas.
Description
:: Finalisasi file repositori 28 Juli 2026_Kurnadi
