Implikasi Kebijakan Relaksasi Kredit di Era Covid-19 Pada Kinerja Bank Umum Konvensional di Indonesia
| dc.contributor.author | Qiramil Barara Fauziah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T03:18:32Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-26 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 februari 2026_agus/feren | |
| dc.description.abstract | Pandemi covid-19 mengganggu aktivitas masyarakat di segala sektor, hal ini tentu saja berakibat buruk bagi perbankan dan juga perekonomian masyarakat. Pemerintah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan hal ini mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat. Masyarakat mengalami kesulitandikarenakan kegiatan ekonomi yang dibatasi membuat mereka mengalami penurunan pendapatan, akibatnya angka kredit macet pada bank juga ikut meningkat. Selain itu, bank tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi karea minat kredit masyarakat menjadi menurun. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 untuk memberikan pelonggaran kredit nasabah dan untuk menjaga kualitas kredit bank agar tetap lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perbedaan kinerja pada Bank Umum Konvensional di Indonesia sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan relaksasi kredit covid-19. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank tahun 2018-2021. Berdasarkan metode purposive sampling, penelitian ini meneliti bank yang melaksanakan relaksasi kreditt kepada nasabahnya sesuai data OJK Nnomor: 05 SPI (Bank Umum) per 31 Maret 2020 sehingga sampel yang didapatkan sebanyak 56 bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan menggunakan SPSS sebagai alat dalam proses pengolahan data.. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja Bank Umum Konvensional sebelum dan sesudah penerapan kebijakan relaksasi kredit pada masa pandemi covid-19 yang diukur dengan menggunakan variabel ROA, LDR, CAR, dan BOPO, sedangkan tidak terdapat perbedaan pada variabel NPL. Kebijakan ini dinilai berhasil dalam menjaga nilai NPL agar tetap stabil dan tidak terjadi kenaikan selama pandemi. Selain itu, nilai likuiditas dan permodalan bank justru dalam keadaan yang baik dan menguat selama pandemi. Namun, selama pandemi bank tidak dapat memaksimalkan asetnya dalam memperoleh keuntungan dikarenakan nilai ROA yang menurun. Penurunan tersebut salah satunya diakibatkan oleh peningkatan nilai BOPO. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Hari Sukarno, M.M. DPA: Dr. Nurhayati, M.M. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3673 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | conventional commercial banks | |
| dc.subject | credit relaxation policy | |
| dc.title | Implikasi Kebijakan Relaksasi Kredit di Era Covid-19 Pada Kinerja Bank Umum Konvensional di Indonesia | |
| dc.type | Other |
