Keperawatan Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di RSU Kaliwates
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas. Salah satu kondisi akut yang biasanya memicu kunjungan ke unit gawat darurat yaitu pasien PPOK yang mengalami hypoksia karena penurunan saturasi oksigen yang rendah. Adanya hypoksia menjadi salah satu tanda gejala munculnya masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif. Intervensi dilakukan untuk membebaskan jalan napas pada pasien PPOK yaitu dengan melakukan pursed lip breathing dan batuk efektif. Tujuan tugas akhir ini yaitu mengkaji intervensi pursed lip breathing dan batuk efektif pada pasien Paru Obstruksi Kronik yang mengalami bersihan jalan nafas tidak efektif.
Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan yaitu Tn. T yang dirawat di Ruang IGD RSU Kaliwates dengan bersihan jalan napas tidak efektif yang berusia 40 tahun, masuk dalam triase kuning, memenuhi seluruh kriteria mayor dan bersedia menjadi partisipan. Penelitian dilakukan pada 25 Desember 2024 dan pengumpulan data menggunakan teknik (WOD) wawancara, observasi dan dokumentasi. Alat ukur observasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI).
Implementasi yang diberikan yaitu pursed lip breathing dan batuk efektif dengan waktu implementasi yaitu 2 kali latihan pursed lip breathing dan batuk efektif dengan waktu ±10 menit pada setiap latihan dan diobservasi selama 6 jam yang dilakukan di ruang IGD dan rawat inap. Sebelum dilakukan implementasi yaitu pasien mengeluh sesak dengan SPO2 89%, RR 27x/menit, tidak mampu batuk efektif, terdengar ronchi pada lapang paru kanan dan kiri. Setelah dilakukan implementasi didapatkan keluhan sesak menurun dengan SPO2 meningkat 93% dengan menggunakan NRBM 8 lpm, RR 23x/menit, belum mampu melakukan batuk secara efektif dan masih terdengar adanya suara ronchi pada lapang paru kanan dan kiri.
Rekomendari dari hasil studi kasus ini yaitu bagi perawat, menjadi acuan perawat dalam upaya mencegah terjadinya bersihan jalan napas tidak efektif pada pasin PPOK. Bagi keluarga, diharapkan klien dan keluarga dapat memahami pentingnya mengatasi gangguan pada jalan napas pada pasien PPOK. Bagi penulis selanjutnya, diharapkan dijadikan sebagai sumber referensi guna perbaikan penelitian dimasa yang akan datang dan penulis selanjutnya dapat mengembangkan pursed lip breathing dan batuk efektif.
Kata kunci:
Description
Reupload file repository 30 Juli 2026_Ratna
Validasi dan Finalisasi Ratna 30 Juli 2026
