Pengalaman Bidan Dalam Melakukan Skrining Preeklamsia Pada Buku Kia Dan Pemberian Terapi Aspirin Dosis Rendah

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Pascasarjana / Magister Ilmu Kesehatan

Abstract

Preeklamsia tetap menjadi tantangan utama dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman bidan dalam mengimplementasikan skrining preeklamsia menggunakan instrumen Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta pemberian profilaksis aspirin dosis rendah (Aspilet). Menggunakan kerangka teori Donabedian, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dimensi Struktur, ketersediaan Buku KIA edisi terbaru sangat mendukung proses deteksi dini karena menyajikan algoritma risiko yang eksplisit. Penelitian ini mengungkapkan bahwa telah terjadi transformasi paradigma yang signifikan dalam pelayanan kesehatan maternal di tingkat primer, di mana bidan kini memiliki perluasan wewenang klinis untuk menginisiasi terapi aspirin dosis rendah secara mandiri. Kebijakan ini secara efektif memangkas birokrasi rujukan konvensional yang sebelumnya sering menghambat intervensi pada periode emas pencegahan preeklampsia. Dengan dukungan regulasi pasca pendampingan dokter spesialis, bidan kini beralih peran dari sekadar pelaksana administrasi rujukan menjadi pemberi terapi lini pertama yang proaktif, sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas pengobatan bagi ibu hamil risiko tinggi di wilayah kerja masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Buku KIA edisi terbaru terbukti menjadi instrumen navigasi klinis yang vital melalui algoritma kode warna dan daftar tilik risiko yang sistematis. Fitur visual ini membantu bidan mengambil keputusan klinis secara cepat dan akurat tanpa harus bergantung pada daya ingat semata. Namun, efektivitas instrumen ini sangat bergantung pada kesiapan sarana fisik pendukung, seperti ketersediaan tempat tidur periksa di Posyandu untuk menjamin akurasi prosedur diagnostik. Keberhasilan skrining juga ditentukan oleh ketajaman klinis bidan dalam menginterpretasikan data fisik, seperti perhitungan Mean Arterial Pressure (MAP) dan Roll Over Test (ROT), guna mendeteksi risiko laten pada ibu yang secara kasat mata memiliki tekanan darah normal. Kualitas intervensi bidan di lapangan mencakup manajemen polifarmasi dan pengawasan minum obat yang ketat untuk menjamin kepatuhan pasien. Bidan menerapkan strategi penjelasan manfaat obat secara individual guna menurunkan kecemasan pasien terhadap banyaknya jenis pil yang harus dikonsumsi. Selain itu, optimalisasi peran suami dan kader sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) serta metode penghitungan sisa obat menjadi kunci dalam memitigasi risiko kegagalan terapi akibat ketidakpatuhan. Tantangan edukasi di era digital juga ditangani melalui literasi kesehatan yang persuasif untuk melawan mitos dan misinformasi dari internet, sementara hambatan ketidakterbukaan riwayat pasien diatasi dengan pendekatan interpersonal yang mampu menciptakan ruang aman bagi pasien untuk berkata jujur. Dampak akhir dari seluruh rangkaian intervensi ini menunjukkan keberhasilan klinis yang sangat positif melalui pencegahan progresivitas penyakit. Para bidan secara konsisten melaporkan stabilitas kondisi hemodinamik pasien dan capaian nol kasus eklampsia pada kelompok ibu hamil yang mendapatkan pengawalan protokol secara disiplin. Meskipun demikian, efektivitas pengobatan ini juga memicu pertumbuhan kewaspadaan profesional terhadap risiko perdarahan pascasalin sebagai efek samping antiplatelet. Hal ini mendorong bidan untuk menerapkan strategi mitigasi risiko melalui pemantauan ketat pada fase persalinan dan penghentian terapi tepat waktu, yang secara keseluruhan mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis keselamatan pasien.

Description

Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By