Sejarah Sanggar Wayang Sasono Budoyo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Tahun 1995-2013
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Sanggar Wayang Sasono Budoyo merupakan sanggar seni yang terletak di Desa
Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Rumusan masalah yang
dikaji pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah berdirinya Sanggar Sasono
Budoyo di Kecamatan Ambulu tahun 1995?; (2) Bagaimana perkembangan
Sanggar Sasono Budoyo tahun 1995-2013?; (3) Bagaimana upaya pelestarian
wayang di Sanggar Sasono Budoyo tahun 1995-2013?. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) Untuk mengetahui sejarah berdirinya Sanggar Sasono Budoyo di
Kecamatan Ambulu tahun 1995; (2) Untuk mengetahui perkembangan Sanggar
Sasono Budoyo tahun 1995-2013; (3) Untuk mengetahui upaya pelestarian wayang
di Sanggar Sasono Budoyo tahun 1995-2013. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode sejarah yaitu: (1) heuristik (pengumpulan sumber), (2) kritik, (3)
interpretasi, (4) historiografi (penulisan). Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan antropologi budaya. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori evolusi budaya milik Edward Burnett Tylor.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang pendirian Sanggar Sasono
Budoyo pada tahun 1995 dengan alasan utama pendirian sanggar didasarkan pada
keinginan untuk memiliki wadah kesenian yang bersifat resmi dan terorganisasi.
Pendirian Sanggar Sasono Budoyo juga dapat memudahkan saat sanggar menerima
anak didik yang ingin belajar mendalang, kegiatan pembelajaran tersebut dapat
dilakukan secara lebih tertata dan terarah melalui pengelolaan sanggar yang baik
dan resmi. Tujuan pendirian sanggar ini adalah untuk ikut mencerdaskan bangsa,
diharapkan dengan adanya wayang dan budaya anak-anak muda memahami tentang
tata krama, mengetahui bagaimana cara mengabdi ke masyarakat dan negara, dan
menjadi anak anak yg berbudi luhur. Pada tahun 1995, Sanggar Sasono Budoyo
memiliki anggota berjumlah 30 orang yang merupakan individu dengan latar
belakang dan keterampilan berbeda dalam bidang musik gamelan dan penyanyi
tembang Jawa. Pengurus inti seperti ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris
memegang peranan penting dalam struktur organisasi sanggar. Struktur
kepengurusan Sanggar Sasono Budoyo pada dasarnya hanya dibagi kepada para
pelatih yang bertanggung jawab dalam bidang-bidang seperti pelatihan dalang,
gamelan, sinden, tari-tarian yang akan ditampilkan diatas panggung guna
menciptakan keseragaman pertunjukan.
Description
Finalisasi oleh agus/Agustus 2026
