Evaluasi Ketercapaian dari Target Produksi Overburden Alat Gali Muat-Angkut Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang merupakan sebuah perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Perusahaan memiliki target produksi sebesar 373.000 BCM per bulan, namun data aktual hanya 335.442,46 BCM atau sekitar 89,93% dari target produksi. Hal inilah yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kerja alat gali muat dan alat angkut untuk mengoptimalkan produktivitas, serta faktor yang menyebabkan alat gali muat-angkut tidak sesuai target produksi yang dapat memengaruhi efektivitas operasional dan profitabilitas perusahaan. Rendahnya produksi yang dicapai dalam pengupasan overburden disebabkan karena tingginya hambatan yang terjadi. Sehingga perlu dilakukan sebuah analisa dan evaluasi agar produksi pengupasan overburden dapat tercapai.
Metode penelitian menggunakan pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur kinerja alat melalui tiga indikator utama, yaitu ketersediaan alat (availability), kinerja alat (performance), dan kualitas hasil produksi (quality). Hambatan yang menyebabkan ketidaktercapaian target produksi dianalisis menggunakan konsep Six Big Losses untuk mengidentifikasi sumber kerugian operasional, seperti downtime, kecepatan rendah, dan produk cacat. Selain itu, pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action) diterapkan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan memperbaiki proses kerja berdasarkan hasil analisis OEE.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pengupasan overburden untuk dump trick sebesar 335.442,46 BCM/bulan dengan ketercapaian 89,93% dari target produksi dan excavator produksi pengupasan overburden sebesar 400.065,97 BCM/bulan dengan ketercapaian 107,26%. Hasil tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat ketidaktercapaian target produksi yang diklasifikasikan berdasarkan six big losses secara kumulatif antara lain breakdown losses 3,93%, setup and adjustment losses 6,50%, idling and minor stoppage 27,97%, reduce speed losses 4,87 %, defect in process 0,5%, dan reduced yield losses 6,83%. Hambatan terbesar yang ditemukan mencakup downtime alat, kurangnya disiplin operator, serta kondisi alam yang kurang mendukung, seperti hujan dan medan licin. Analisis metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) menunjukkan peningkatan nilai produksi alat gali angkut sebesar 377.684,11 BCM/bulan atau sekitar 101,26% dari target produksi 373.000 BCM. Hal tersebut terjadi karena dilakukannya perbaikan berupa pengawasan ketat, pelatihan operator, dan optimalisasi waktu kerja, sehingga produksi pengupasan overburden dapat mencapai target. Evaluasi dari ketidaktercapaian pengupasan overburden disebabkan oleh tingginya hambatan yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan operator, ketidaktersediaan operator dan tingginya curah hujan. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini membantu PT. XYZ meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kerugian operasional, dan mendekati target produksi bulanan. Pengurangan hambatan menjadi fokus utama untuk meningkatkan produksi alat gali angkut dengan rekomendasi seperti memberikan pengawasan kepada operator yang bertugas agar ketidaksiplinan dapat diminalisir. Rekomendasi tersebut seperti toleransi untuk operator terlambat memulai pekerjaan maksimal 4,5 menit/shift, terlambat memulai pekerjaan sebelum dan setelah istirahat dengan toleransi 5,4 menit/shift dan mengakhiri pekerjaan dengan toleransi 6,9 menit/shift. Rekomendasi selanjutnya yaitu pemberian pelatihan kepada operator untuk mengantisipasi ketidaktersediaan operator sehingga dapat dieliminasi hambatan tersebut menjadi 0 menit.
Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya penerapan analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam meningkatkan target produksi alat gali dan alat angkut suatu perusaahan dan pengurangan Six Big Losses untuk meningkatkan efektivitas operasional dan profitabilitas yang diinginkan perusahaan. Selain itu, pentingnya dilakukan evaluasi secara berkala terhadap performa alat dan operator untuk memastikan target produksi dapat tercapai secara konsisten serta mengurangi potensi kerugian produksi yang terjadi. Oleh karena itu, rekomendasi yang dilakukan peneliti terhadap PT. XYZ dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kerugian operasional, dan mendekati target produksi bulanan, serta pengurangan hambatan yang terjadi dapat memengaruhi produksi alat gali-muat angkut.
Description
Reupload file repositori 09 Mar 2026_Maya
