Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning berbasis Integrated STEM Education pada Materi Sistem Gerak terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa di SMAN 4 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa dalam mata
pelajaran Biologi seringkali masih tergolong rendah. Padahal, keterampilan proses
sains merupakan kemampuan dasar yang esensial bagi siswa untuk dapat
memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi,
yang pada akhirnya akan berpengaruh pada prestasi akademik mereka. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya strategi pembelajaran yang inovatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Project Based
Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Technology,
Engineering, and Mathematics (STEM) untuk meningkatkan keterampilan proses
sains dan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan
desain non-equivalent control group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah
siswa kelas XI SMAN 4 Jember tahun ajaran 2024/2025, dengan kelas XI IPA 6
sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 5 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen
menerima perlakuan berupa model PjBL berbasis Integrated STEM Education
melalui proyek pembuatan tangan bionik, sementara kelas kontrol menggunakan
model pembelajaran konvensional yakni ceramah dan tanya jawab. Data
keterampilan proses sains dikumpulkan melalui observasi dengan enam indikator:
melakukan eksperimen, menganalisis, mengumpulkan data, mengolah data,
mengkomunikasikan, dan membuat kesimpulan. Data hasil belajar kognitif
diperoleh melalui pretest dan posttest. Analisis data keterampilan proses sains
menggunakan Independent Sample t-test, sedangkan hasil belajar dianalisis
menggunakan Analysis of Covariance (Anakova).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbasis
Integrated STEM Education berbeda signifikan terhadap keterampilan proses sains
siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata keterampilan proses sains kelas
eksperimen (78,74) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (69,11), dengan
nilai signifikansi uji-t sebesar 0,03 (p < 0,05). Peningkatan ini terjadi karena siswa
di kelas eksperimen terlibat aktif dalam seluruh proses ilmiah, mulai dari
merancang, menguji, menganalisis, hingga mempresentasikan hasil proyek mereka,
yang secara langsung melatih keenam indikator keterampilan proses sains.
Model pembelajaran PjBL berbasis Integrated STEM Education juga
terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Rata-rata nilai
posttest kelas eksperimen (80,29) secara signifikan lebih tinggi daripada kelas
kontrol (62,77), dengan hasil uji Anakova menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p
< 0,05). Keberhasilan ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang kontekstual
dan bermakna, di mana siswa membangun pemahaman mereka secara mandiri
melalui pengalaman langsung dalam proyek pembuatan tangan bionik, yang
mengintegrasikan konsep sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 09
