Analisis Respons Interleukin-10 (Il-10) pada Tikus Wistar Pascainjeksi Serial Protein Rekombinan DBL2β-PFEMP1
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Malaria disebabkan oleh protozoa Plasmodium spp. dengan vektor nyamuk
Anopheles betina. Pada tahun 2022, WHO melaporkan jumlah kasus malaria di
dunia sebesar ± 249 juta kasus dengan jumlah kematian mencapai 608.000. Spesies
yang paling sering menyebabkan malaria yang berat adalah Plasmodium falciparum
karena memiliki mekanisme sitoadherensi yaitu terikatnya eritrosit yang terinfeksi
(IE) dengan berbagai reseptor pada endotel misalnya Intercellular Adhesion
Molecule 1 (ICAM-1). Ikatan dengan ICAM-1 ini dimediasi oleh salah satu protein
yang diekspresikan oleh Plasmodium falciparum ketika berada di dalam eritrosit
yaitu protein Plasmodium falciparum Erythrocyte Membrane Protein 1 terutama
domain Duffy binding-like 2 Beta (DBL2β-PfEMP1). Selain itu, sitoadherensi ini
membantu IE untuk menghindari sistem imun sehingga mempersulit penanganan
malaria. Kebutuhan akan penanganan malaria yang lebih efektif mendorong upaya
pengembangan terus dilakukan, salah satunya dengan vaksin, seperti vaksin malaria
berbasis protein rekombinan DBL2β-PfEMP1. Vaksin ini dapat mencegah
terjadinya ikatan antara protein DBL2β-PfEMP1 dengan ICAM-1 melalui imunitas
yang terbentuk. Indikator yang dapat digunakan untuk melihat respons imun yang
ditimbulkan oleh vaksin ini adalah sitokin. Sitokin yang berperan penting dalam
respons antiinflamasi adalah IL-10. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
respons sitokin interleukin-10 (IL-10) pascainjeksi serial protein rekombinan
DBL2β-PfEMP1 pada tikus Wistar khususnya antar kelompok dan antar waktu
Description
Reuploud File Repository 9 February 2026_ Rudy K
