Efek Variasi Komposisi Bahan Perekat Briket Kulit Singkong dan Kayu Lamtoro Terhadap Karakteristik Kualitas Briket

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Kebutuhan energi yang terus menerus semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman mengakibatkan krisis energi karena sumber daya alam yang semakin menipis. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menciptakan energi alternatif seperti briket. Kualitas briket yang baik dipengaruhi oleh salah satu parameter yaitu nilai kalor yang tinggi, nilai kalor briket yang baik yaitu ≥5000 kal/g berdasarkan SNI-01-6235-2000. Kadar abu dan kadar air juga termasuk parameter penting dalam pembuatan briket, seperti yang sudah tertulis di SNI briket yang baik adalah briket dengan konsentrasi kadar abu dan kadar air tidak lebih dari 8%. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas briket kulit singkong dan kayu lamtoro dengan variasi komposisi jenis perekat. Penelitian ini menggunakan 2 variasi bahan briket yaitu kulit singkong dan kayu lamtoro serta 2 variasi jenis perekat yaitu tepung tapioka dan tepung sagu. Variasi komposisi bahan dengan kadar perekat masing masing adalah 90%:10%, 85%:15%, 80%:20%, dan 75%;25%. Analisis data pada penelitian ini menggunakan two way ANOVA, selain itu juga menggunakan microsoft excel 2019 dan SPSS. Jenis bahan dan jenis perekat serta kadar perekat didapatkan hasil bahwa variasi tersebut mempengaruhi kualitas briket dengan parameter seperti nilai kalor, kadar air, kadar abu, laju pembakaran dan juga densitas. Briket yang memenuhi SNI dengan nilai kalor tertinggi sebesar 5037,86 kal/g yaitu briket kayu lamtoro dengan variasi perekat tepung tapioka 10%. Kadar air terendah pada penelitian ini sebesar 3,80% dari briket berbahan kayu lamtoro ketika ditambahkan perekat tepung sagu sebesar 20%. Densitas terendah didapatkan dari briket kayu lamtoro dengan perekat tepung tapioka sebesar 20% dan 25% yaitu sebesar 0,73 g/cm3. Kadar abu paling rendah dihasilkan dari briket kayu lamtoro pada penambahan perekat tepung sagu 20% dengan nilai sebesar 6,30%. Nilai dari parameter kadar air, densitas dan kadar abu termasuk dalam kategori SNI karena tidak lebih dari 8%. Laju pembakaran terendah briket kayu lamtoro ketika ditambahkan perekat tepung tapioka sebesar 10% Yaitu 0,004 g/s. Berdasarkan hasil dari parameter nilai kalor, kadar air, densitas, kadar abu, dan laju pembakaran briket kulit singkong dan kayu lamtoro dapat dianggap sebagai sumber energi alternatif yang efektif dan sesuai dengan standar yang diperlukan.

Description

Reupload file Repositori 2 Februari 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By