Implentasi Terapi Otot Progresif pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Masalah Keperawatan Ansietas di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan gangguan metabolisme akibat defisiensi insulin, yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Kondisi ini menuntut perubahan gaya hidup secara menyeluruh, yang sering kali memicu stres psikologis, termasuk ansietas. Ansietas yang tidak tertangani dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup penderita. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi ansietas adalah terapi relaksasi otot progresif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif dalam menurunkan tingkat ansietas pada penderita diabetes melitus. Desain yang digunakan yakni studi kasus yang menjelaskan terapi relaksasi otot progresif pada pasien diabetes mellitus yang mengalami ansietas di Ruang kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang. Partisipan studi kasus ini adalah satu orang pasien DM, yang mengalami semua tanda gejala mayor ansietas (merasa bingung, merasa khawatir dengan kondisi yang dihadapi, sulit berkonsentrasi, tampak gelisah, tampak tegang, sulit berkonsentrasi) pasien dengan kadar gula lebih dari darah > 200mg/dl, composmentis, kooperatif, menderita DM lebih dari 1 tahun. Implementasi yang dilakukan adalah terapi relaksasi otot progresif dilakukan 4 hari hari dalam 2 kali sehari dengan durasi waktu 15-20 menit. Hasil Implementasi menunjukan bahwa intervensi terapi relaksasi otot progresif selama 4 hari 2 kali sehari, berhasil mengatasi masalah keperawatan ansietas ditandai dengan kriteria hasil kebingungan menurun, verbalisasi khawatir akibat kondisi yang dihadapi menurun menurun, perilaku gelisah menurun, perilaku tegang menurun, keluhan pusing menurun, anoreksia menurun, konsentrasi membaik, pola tidur membaik, pola berkemih membaik. Hasil skor ansietas dengan skala HARS juga mengalami penurunan dari 36 (ansietas berat) hingga 14 menjadi (asietas ringan). Penelitian ini menunjukan bahwa peran aktif perawat sangat penting dalam membantu pasien DM yang mengalami kecemasaan tersebut dengan terapi relaksasi otot progresif, yang dibuktikan efektif dan mudah dilakukan. Setelah di lakukan implementasi dan analisa data kecemasaan pasien menurun.

Description

Reupload file repositori 03 Feb 2026_Maya

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By