Analisis Multidimensi Keberlanjutan Kawasan Usaha Perkebunan Kopi (KUPK) Rakyat di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang berperan strategis dalam pembangunan sektor pertanian dan perekonomian nasional. Kabupaten Karanganyar, khususnya Kecamatan Ngargoyoso, memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi rakyat karena kondisi agroekologi lereng Gunung Lawu yang sesuai untuk budi daya kopi Arabika dan Robusta. Meskipun memiliki jumlah tanaman kopi terbanyak di kabupaten tersebut, produktivitas kopi di Kecamatan Ngargoyoso masih tergolong sangat rendah dibandingkan rata- rata nasional. Kondisi ini diperparah oleh berbagai tantangan multidimensi, mulai dari lemahnya pengelolaan pascapanen, menurunnya minat generasi muda untuk bertani, kerentanan ekosistem akibat topografi berbukit dan alih fungsi lahan, hingga lemahnya koordinasi kelembagaan antarpelaku usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian mengenai keberlanjutan kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso dengan pendekatan analisis skala berganda (Multidimensional Scaling) belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso berdasarkan lima dimensi utama, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi, serta mengidentifikasi faktor-faktor sensitif yang memengaruhi indeks keberlanjutan pada setiap dimensi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner berskala bertingkat kepada lima puluh petani kopi yang ditentukan secara sengaja dan menyeluruh (total sampling) dari tiga kelompok tani. Data dianalisis menggunakan teknik penilaian cepat keberlanjutan usaha kopi yang merupakan adaptasi dari metode analisis skala berganda, dengan hasil berupa nilai indeks status keberlanjutan pada setiap dimensi serta identifikasi atribut paling berpengaruh melalui analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso secara keseluruhan berada pada status cukup berkelanjutan, dengan nilai rata-rata indeks multidimensi sebesar 59,51. Secara rinci, dimensi ekonomi memperoleh nilai tertinggi sebesar 65,67, diikuti dimensi ekologi sebesar 62,38, dimensi sosial sebesar 60,05, dimensi teknologi sebesar 55,97, dan dimensi kelembagaan menjadi dimensi dengan nilai terendah sebesar 53,46. Pada dimensi ekologi, faktor paling sensitif adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman serta penggunaan pupuk, yang keduanya justru sudah berjalan cukup baik di lapangan, sementara pemahaman konservasi lahan dan air masih perlu diperkuat. Pada dimensi ekonomi, stabilitas harga jual dan keberagaman saluran pemasaran menjadi kekuatan yang perlu dipertahankan, meskipun kontribusi usahatani kopi terhadap pendapatan rumah tangga masih rendah akibat skala usaha yang kecil. Pada dimensi sosial, faktor paling sensitif adalah dominasi petani berusia lanjut, keterbatasan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan usahatani, serta pandangan optimis petani yang menjadi modal sosial penting bagi keberlangsungan usaha. Pada dimensi kelembagaan, minimnya keterlibatan lembaga swasta dan lemahnya kemitraan menjadi hambatan utama, sedangkan pada dimensi teknologi, praktik sortasi biji kopi yang masih dilakukan secara manual serta standardisasi mutu produk yang masih sederhana turut membatasi daya saing produk. Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan usahatani kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso terletak pada praktik budi daya dan stabilitas harga, sedangkan kelemahan utamanya berada pada aspek kelembagaan dan keterlibatan sosial yang belum merata, khususnya keterlibatan perempuan tani dan kemitraan dengan pihak swasta. Kesenjangan antar dimensi ini perlu ditangani secara terintegrasi agar keberlanjutan usaha tidak hanya bertumpu pada aspek teknis budi daya, tetapi juga diperkuat melalui penguatan kelembagaan dan modal sosial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar secara multidimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan. Untuk meningkatkan status keberlanjutan tersebut, diperlukan langkah strategis berupa penguatan konservasi lahan, pengembangan produk kopi Lawu berindikasi geografis untuk meningkatkan kontribusi pendapatan petani, percepatan regenerasi petani muda dan pemberdayaan perempuan tani, fasilitasi kemitraan antara petani dengan lembaga swasta dan pemerintah daerah, serta peningkatan penguasaan teknologi pengolahan dan sortasi biji kopi guna mendorong keberlanjutan usaha perkebunan kopi rakyat secara menyeluruh.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Agustus 31
