Pemberdayaan Masyarakat Miskin Desa Hutan Terdampak Pertambangan Emas di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan atau kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Oleh karena itu pengentasan kemiskinan perlu dijadikan tujuan utama dalam agenda pembangunan, pengentasan tersebut dapat dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat yang tepat guna sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten dengan potensi besar, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga pertambangan yang ada di Kecamatan Pesanggaran. Dengan adanya pertambangan diharapkan dapat membantu perekonomian serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Faktanya banyak masyarakat di sekitar pertambangan belum merasakan dampak ekonomi secara langsung. Penelitian menggunakan alat analisis Sustainable Livelihood Approach (SLA), dan Livelihood Vulnerability Index (LVI) diketahui bahwa sekitar 51% masyarakat miskin pada Desa Sumberagung, Desa Sumbermulyo, dan Desa Pesanggaran masuk kedalam kategori rentan terhadap aset penghidupan yang dimiliki. Analisis SLA menunjukkan bagaimana masyarakat mengelola aset yang dimilikinya guna mempertahankan penghidupannya. Analisis SLA pada ketiga desa menunjukkan bahwa modal keuangan merupakan aset skala terendah dengan nilai index sebesar 2,84 sedangkan modal manusia dan modal fisik merupakan aset dengan skala tertinggi dengan nilai index sebesar 6,20 dan 6,45. Dari perhitungan yang telah dilakukan diketahui bahwa Desa Pesanggaran memiliki rata-rata aset skala terendah, sedangkan Desa Sumbermulyo memiliki rata-rata aset skala tertinggi.

Description

reupload 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By