Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Model Discovery Learning Mata Pelajaran IPS di SMPN 1 Bantaran Kabupaten Probolinggo

dc.contributor.authorRisma Eka Pratiwi
dc.date.accessioned2026-05-20T02:38:59Z
dc.date.issued2025-10-22
dc.descriptionFINALISASI oleh Arif 2026 Mei 20
dc.description.abstractPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad 21 membuat siswa perlu menguasai kemampuan berpikir kritis. Kemampuan ini berperan penting dalam pendidikan agar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Siswa SMPN 1 Bantaran memiliki kemampuan berpikir kritis yang beragam. SMPN 1 Bantaran telah menerapkan pembelajaran berpikir kritis dalam model discovery learning dengan tujuan siswa dapat mengeksplorasi dan mengambil sebuah keputusan dalam memecahkan permasalahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat kemampuan berpikir kritis siswa khususnya kelas VIII-C SMPN 1 Bantaran dalam model discovery learning. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII-C yang berjumlah 25 siswa. Waktu pelaksanaan penelitian ini yaitu semester genap tahun ajaran 2024/2025. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu menggunakan metode tes, observasi, dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan persentase. Tahapan dalam penelitian ini yaitu melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPS, memberikan soal tes kemampuan berpikir kritis kepada siswa, dan melakukan wawancara dengan siswa. Hasil analisis data dibagi menjadi 3 kategori kemampuan berpikir kritis yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kemudian, dikategorikan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yaitu LCT 1 (menguasai 1 sampai 2 indikator), LCT 2 (menguasai 3 sampai 4 indikator), dan LCT 3 (menguasai 5 sampai 6 indikator). Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII-C SMPN 1 Bantaran dalam semua indikator yaitu 66% yang berada pada kategori sedang dan berada pada level critical thinking 2 (LCT 2) yang mana menguasai 3 sampai 4 indikator kemampuan berpikir kritis. Adapun persentase masing-masing indikator berpikir kritis yaitu focus 79%, reason 71%, inference 60%, situation 61%, clarity 58%, dan overview 66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII-C pada model discovery learning materi dinamika kependudukan berada pada kategori sedang dengan level critical thinking 2 sehingga penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran IPS materi dinamika penduduk.
dc.description.sponsorshipDr. Hety Mustika Ani, M.Pd., Lisana Oktavisanti Mardiyana, S.Pd., M.Pd.,
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7498
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectBerpikir Kritis
dc.subjectDiscovery Learning
dc.subjectPembelajaran IPS
dc.titleAnalisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Model Discovery Learning Mata Pelajaran IPS di SMPN 1 Bantaran Kabupaten Probolinggo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Risma Eka Pratiwi-190210301062-Repository.pdf
Size:
2.15 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: