Analisis Multiplier Effect Ijen Geopark Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso
| dc.contributor.author | Heni Fitria Puspitasari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T07:10:33Z | |
| dc.date.issued | 2022-02-22 | |
| dc.description | Reupload file Repositori 2 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah blue fire (api biru) di dalam kawah yang terletak di puncaknya. Pendakian gunung ini bisa dimulai dari dua tempat. Pendaki bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air asam kuat terbesar di dunia. Dalam mengukur besaran income generation dan employment generation yang dihasilkan oleh sektor pariwisata di Ijen Geopark, perlu diketahui pula income multiplier dan employment multiplier yang dihasilkan oleh sektor pariwisata. Sektor pariwisata menghasilkan income multiplier dan employment multiplier sebagai efek pengganda dari terjadinya peningkatan akhir di sektor pariwisata terhadap perekonomian secara keseluruhan. Income multiplier yang dihasilkan oleh sektor pariwisata berasal dari income direct effect (pendapatan langsung) dan income indirect effect (pendapatan tidak langsung). Hasil dari income multiplier Ijen Geopark yaitu Nilai Keynesian Local Income Multiplier di kawasan wisata Ijen Geopark sebesar 2,52 yang artinya peningkatan pengeluaran wisatawan sebesar Rp.100.000,- akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal sebesar Rp.252.000,-. Nilai Ratio Income Multiplier Tipe I di kawasan Ijen Geopark sebesar 1.13, artinya peningkatan Rp. 100.000,- dari pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan pendapatan unit usaha sebesar Rp. 113.000,- pada total pendapatan masyarakat yang meliputi dampak langsung dan tidak langsung (berupa pendapatan pemilik unit usaha dan tenaga kerja lokal). Nilai Ratio Income Multiplier Tipe II di Ijen Geopark sebesar 1.33, artinya peningkatan Rp.100.000,- dari pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan pendapatan sebesar Rp. 133. 000,- pada total pendapatan masyarakat yang meliputi dampak langsung, tidak langsung, dan induced. Nilai income sudah memenuhi kriteria yang disampaikan oleh META(2001) untuk melihat adanya dampak kegiatan pariwisata di Ijen Geopark.Namun, nilai income multiplier terendah adalah nilai income multiplier type 1, yang artinya bahwa pendapatan dari unit usaha sebagai akibat dari adanya pengeluaran wisatawan masih belum maksimal.Oleh karena itu sebaiknya pemerintah mampu mendorong masyarakat sekitar untuk lebih kreatif memanfaatkan peluang yang ada guna mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dari adanya pengeluaran wisatawan. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Pudjo Suharso, M.Si - Dr. Sukidin, M.Pd | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/991 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Multiplier Effect Ijen Geopark | |
| dc.subject | Perekonomian Masyarakat | |
| dc.title | Analisis Multiplier Effect Ijen Geopark Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso | |
| dc.type | Other |
