Dinamika Pabrik Gula Wonolangan di Regentschap Probolinggo Tahun 1895 -1932
| dc.contributor.author | SYALAISHA KHOIROTINNISA' | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-07T00:35:52Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-26 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 07 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Skripsi ini mengkaji dinamika Pabrik Gula (PG) Wonolangan di Regentschap Probolinggo pada periode 1895–1932. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan perusahaan, sistem produksi, kondisi tenaga kerja, serta dampak sosial-ekonomi PG Wonolangan terhadap masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang diterapkan adalah sosiologi industri dengan dukungan teori sosiologi ekonomi.Ruang lingkup temporal penelitian dimulai pada tahun 1895, ketika PG Wonolangan diakuisisi oleh Cultuur Maatschappij Wonolangan, dan berakhir pada tahun 1932, seiring kebijakan pembatasan penanaman dan penggilingan tebu oleh pemerintah Hindia Belanda serta dampak krisis ekonomi yang menyebabkan penurunan produksi hingga penghentian sementara aktivitas pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PG Wonolangan merupakan salah satu industri gula penting di Probolinggo yang telah berkembang sejak 1832. Sebelum 1895, pabrik telah menerapkan teknologi modern seperti mesin pengolahan, evaporator uap, dan sentrifus untuk meningkatkan efisiensi produksi. Setelah di akuisisi oleh Cultuur Maatschappij Wonolangan tahun 1895, PG Wonolangan terbentuk sistem manajemen yang lebih terstruktur, mencakup proses budidaya tebu, pengolahan, hingga distribusi gula.Periode 1895– 1932 ditandai oleh peningkatan produksi, modernisasi teknologi, pengaturan tenaga kerja, serta pembangunan sarana transportasi seperti trem uap untuk distribusi. Keberadaan industri ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyediaan lapangan kerja dan aktivitas perdagangan, namun juga memunculkan ketimpangan upah dan ketergantungan masyarakat terhadap industri gula. Secara keseluruhan, PG Wonolangan berperan penting dalam perkembangan ekonomi kolonial di Probolinggo sebagai pusat produksi sekaligus penopang infrastruktur transportasi dan fasilitas publik. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Eko Crys Endrayadi, M.Hum. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10710 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Dinamika | |
| dc.subject | Krisis Malaise | |
| dc.subject | Pabrik Gula | |
| dc.subject | Wonolangan | |
| dc.subject | Probolinggo | |
| dc.title | Dinamika Pabrik Gula Wonolangan di Regentschap Probolinggo Tahun 1895 -1932 | |
| dc.title.alternative | The Dynamics of the Wonolangan Sugar Factory in the Probolinggo Regency 1895-1932 | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- SYALAISHA KHOIROTINNISA'_220110301031_REPOSITORY SKRIPSI.pdf
- Size:
- 1.71 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
