Hubungan Pengetahuan, Persepsi Budaya, dan Afek Positif dengan Efikasi Diri Ayah dalam Mendukung Praktik Pemberian ASI Eksklusif
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Abstract
Praktik pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Keberhasilan praktik tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh ibu, tetapi juga oleh dukungan ayah yang tercermin melalui efikasi diri ayah dalam mendukung proses menyusui. Meskipun cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Jember mengalami peningkatan, wilayah kerja Puskesmas Pakusari masih menunjukkan tren penurunan cakupan sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri ayah. Berdasarkan teori Bandura, pengetahuan, persepsi budaya, dan afek positif merupakan faktor yang diduga berperan dalam membentuk keyakinan ayah untuk mendukung praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, persepsi budaya, dan afek positif dengan efikasi diri ayah dalam mendukung praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pakusari, Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ayah yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pakusari sebanyak 337 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan Prevalence Ratio (PR) untuk mengetahui besar hubungan antarvariabel. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan laik etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Nomor 3694/UN25.8/KEPK/DL/2026.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia dewasa produktif 31–35 tahun, berpendidikan SMA/SMK, bekerja sebagai petani, memiliki pendapatan keluarga di bawah UMK, memiliki 2–4 orang anak, serta berstatus sebagai ayah dalam keluarga inti. Mayoritas ayah memiliki pengetahuan yang baik (57%), persepsi budaya yang tidak mendukung (52%), afek positif yang tinggi (77%), dan efikasi diri yang tinggi (81%). Pengetahuan yang baik menunjukkan bahwa sebagian besar ayah telah memahami manfaat ASI eksklusif dan perannya dalam mendukung proses menyusui, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Persepsi budaya yang tidak mendukung mencerminkan masih kuatnya pandangan bahwa menyusui merupakan tanggung jawab ibu dan keterlibatan ayah masih dipengaruhi norma budaya. Sementara itu, tingginya afek positif menunjukkan bahwa sebagian besar ayah memiliki kondisi emosional yang positif dalam menjalankan perannya sehingga mendukung terbentuknya efikasi diri yang tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan efikasi diri ayah (p=0,013; PR=1,282), dan terdapat hubungan yang signifikan antara afek positif dengan efikasi diri ayah (p=0,028; PR=1,314). Sementara itu, persepsi budaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efikasi diri ayah (p=0,111).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan afek positif merupakan faktor yang berhubungan dengan efikasi diri ayah dalam mendukung praktik pemberian ASI eksklusif, sedangkan persepsi budaya tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan ayah melalui edukasi yang berkelanjutan serta penguatan aspek psikologis ayah dengan melibatkan ayah secara aktif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Description
Finalisasi Juli 2026 hasyim
