Penerapan Metode Activity Based Costing dalam Penentuan Harga Pokok Produksi dan Harga Jual pada CV X
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Akuntansi biaya menjadi bidang ilmu akuntansi yang penting bagi dunia
industri. Akuntansi biaya berfungsi untuk menentukan harga pokok, perencanaan
biaya, pengendali biaya, dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan khusus
(Dunia et al., 2019:4). Akuntansi biaya dibutuhkan oleh industri jasa, industri
dagang, serta industri manufaktur dalam menentukan biaya pokok. Biaya pokok
dalam industri manufaktur merupakan harga pokok produksi yang biaya yang
timbul dari proses produksi. Harga pokok produksi memiliki pengaruh yang dalam
menentukan harga jual karena harga pokok produksi digunakan sebagai dasar
penentuan harga jual. Sehingga, ketidaktepatan penentuan harga pokok produksi
dapat merugikan perusahaan (Fitriyani, 2017). Apabila perusahaan dapat
menentukan harga pokok produksi secara tepat maka dapat menghasilkan biaya
yang akurat, efektif, dan efisien (Sondakh et al., 2023). Ketepatan dalam melakukan
penentuan harga pokok produksi, perusahaan memerlukan metode penentuan biaya
yang akurat dan relevan (Pratama, 2022). Salah satu metode tersebut yaitu
penentuan harga pokok produksi dengan metode activity based costing (ABC).
Metode ABC menggunakan cost driver pada aktivitas yang menimbulkan biaya,
sehingga metode ini lebih akurat diterapkan pada perusahaan yang memproduksi
beberapa jenis produk.
CV X merupakan perusahaan yang memproduksi houseware yang berbahan
baku plastik. CV X berlokasi di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Proses
produksi yang dilakukan oleh CV X yaitu, pencampuran bahan baku dengan
pewarna, kemudian proses pencetakan bahan baku di mesin injeksi, serta
pengemasan. CV X dalam penentuan harga pokok produksi masih menggunakan
metode estimasi, yaitu melakukan perkiraan biaya-biaya selain dari biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja. Penggunaan metode estimasi menyebabkan informasi
biaya yang dihasilkan menjadi kurang akurat, karena informasi biaya yang disajikan merupakan perkiraan biaya per unit yang terjadi dalam proses produksi. Menurut
manajemen perusahaan, metode estimasi yang selama ini digunakan oleh
perusahaan memberikan keraguan atas keakuratan penentuan biaya overhead
pabrik, sehingga perusahaan memerlukan metode lainnya dalam penentuan biaya
overhead pabrik.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode activity based costing
(ABC) dalam menentukan harga pokok produksi dan harga jual pada CV X. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitataif dengan
pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi terkait dengan aktivitas
produksi perusahaan. Hasil penelitian ini menyatakan dari lima produk utama CV
X, terdapat tiga produk yaitu Piring 9 Stabilo, Gelas Centel Stabilo dan Mangkok
808 Stabilo menghasilkan harga pokok produksi yang lebih tinggi dari metode
estimasi. Dua produk utama lainnya yaitu Toples NH dan Cangkir LB Stabilo
menghasilkan harga pokok produksi yang lebih rendah dari metode estimasi. Harga
jual berkorelasi dengan harga pokok produksi yang memberikan harga jual produk
lebih tinggi pada tiga produk utama harga jual lebih rendah pada dua produk utama
dengan menggunakan metode cost plus pricing sebagai metode penentuan harga
jual.
Description
Reupload file repositori 09 Mar 2026_Maya
