Dampak Self-efficacy pada Kualitas Public Speaking Komunitas Berlian di PKBM Kak Seto tangerang Selatan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan
lokasi menggunakan teknik purposive area karena PKBM Kak Seto merupakan
lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan program khusus bagi
masyarakat marjinal. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan
informan kunci diantaranya, satu tutor dan tiga peserta didik Komunitas Berlian
serta informan pendukungnya adalah kepala PKBM Kak Seto. Proses pengumpulan
data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode
analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan perpanjangan
keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi yang terdiri dari sumber dan
teknik.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai dampak self-efficacy pada kualitas
public speaking Komunitas Berlian di PKBM Kak Seto Tangerang Selatan, selfefficacy
terdiri dari beberapa komponen diantaranya, 1) mastery experience, peserta
didik terlibat sebagai master of ceremony pada sebuah acara
di lingkungan tempat tinggal mereka yang membuktikan keberhasilan dalam
memperkuat tumbuhnya
self-efficacy, 2) vicarious learning, peserta didik mengamati dan meniru model
Daddy Corbuzier, namun pernyataan ini masih sebatas aktivitas meniru tanpa
berdampak nyata pada peserta didik, 3) verbal persuasion, peserta didik
mendapatkan motivasi dari orang tua dan tutor sebagai pilar penguat semangat
berlatih, 4) physiological feedback, peserta didik dibebaskan untuk memilih tema
yang sesuai dengan minat dan perasaan dapat membuahkan emosi yang stabil,
namun dampaknya belum terlihat karena peserta didik belum dihadapkan pada
tantangan emosional secara nyata. Keempat proses dari self-efficacy tersebut dapat
membantu meningkatkan kualitas public speaking dengan menekankan komponen,
1) penyampaian informasi, menekankan pada sebuah teknik vokal dan teknik verbal
agar penyampaian terdengar jelas, 2) komunikan/audience, keterlibatan audiens
dalam berdiskusi menjadikan komunikasi terasa lebih efektif, 3) umpan
balik/feedback, reaksi audiens dengan berupa diskusi, saran, masukan, atau bahasa
tubuh seperti tepuk tangan dan mengangguk.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komponen self-efficacy
memberikan kontribusi dalam pembentukan kualitas public speaking. Penyampaian
informasi dapat meningkat karena penguatan pengalaman keberhasilan (mastery
experience) sehingga kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi dapat
berjalan secara efektif. Peserta didik mampu memperkuat kepercayaan diri dalam
berinteraksi dengan komunikan yang terlibat dalam komunikasi serta memberikan
umpan balik berupa tanggapan berdasarkan aspek verbal persuasion sehingga dapat
membangun komunikasi pembelajaran yang efektif. Namun, vicarious learning dan
physiological feedback belum terlihat, peserta didik masih dalam proses meniru dan
pengelolaan emosi yang belum optimal. Peneliti selanjutnya dapat mengangkat
tema terkait dengan strategi pembelajaran berbasis contextual learning sebagai
upaya penguatan self-efficacy dalam public speaking.
Description
upload by Teddy_27/01/2026
