Implementasi Yoga pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di UPT Puskesmas Sukodono
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Kondisi dapat memunculkan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, yang jika terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Oleh karena itu diperlukan intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut antara lain berupa yoga. Yoga mampu meningkatkan aktivitas otot sehingga membantu metabolisme, penyerapan glukosa darah, dan sensitivitas insulin. Tujuan tugas akhir ini untuk mengetahui implementasi yoga dalam mengatasi ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM Tipe 2 di UPT Puskesmas Sukodono. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian studi kasus, dengan partisipan yaitu Nn.Y yang menjalani rawat inap di UPT Puskesmas Sukodono Lumajang dengan diagnosis DM tipe 2, kesadaran composmentis, bersedia menjadi partisipan, kooperatif, serta tidak mengalami kontraindikasi yoga seperti osteoartritis, hipertensi tidak terkontrol, retinopati, dan nefropati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nn. Y. mengalami seluruh kriteria mayor dan minor ketidakstabilan kadar glukosa darah yaitu merasa Lelah, kadar glukosa dalam darah tinggi, mulut kering, haus meningkat dan jumlah urin meningkat. Intervensi yang diberikan berupa yoga yang terdiri atas pemanasan, latihan inti (asanas), dan latihan pernapasan (bhastriksana), yang dilakukan selama 20–25 menit, satu kali sehari pada pagi hari selama 5 hari berturut-turut. Hasil implementasi menunjukkan MK ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi, tujuan tercapai ditandai dengan KGD turun dari 268 mg/dl menjadi 175 mg/dl (turun 93mg/dl), keluhan lelah menurun, rasa haus berkurang, mulut tidak kering, jumlah urin membaik. Berdasarkan studi kasus ini menunjukkan bahwa implementasi yoga dapat menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Rekomendasi dari hasil studi kasus ini bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melaksanakan intervensi yoga di lingkungan yang nyaman dan minim gangguan agar pasien lebih fokus dalam mengikuti terapi.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
