Hubungan Paparan Debu PM10 dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Kayu PT. Prima Sejahtera Internasional Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Hubungan Paparan Debu PM10 dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Kayu PT. Prima Sejahtera Internasional Lumajang; Alimah Putri Fadiyah; 222110101051; 30 Halaman; Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja; Program Studi Kesehatan Masyarakat; Fakultas Kesehatan Masyarakat; Universitas Jember. Debu adalah sebuah partikel yang memiliki bentuk padatan dengan ukuran kecil yang dimana partikel tersebut dihasilkan dari berbagai proses aktivitas pekerjaan seperti penggilingan, pemotongan serta aktivitas lainnya. Debu masuk jenis polutan yang mampu merusak lingkungan dan berbahaya bagi manusia terutama debu jenis suspended particulate matter salah satunya adalah debu PM10. Debu ini karena ukurannya ≤10 mikron yang ringan dan kecil sehingga dapat melayang-layang di udara lebih lama dan terhirup hingga saluran pernapasan bagian bronkiolus. Hal inilah yang menjadi ancaman bagi pekerja untuk mengalami keluhan pernapasan jika terpapar terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan debu PM10 dengan keluhan pernapasan pada pekerja di PT Prima Sejahtera Internasional. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 72 pekerja bagian barecore dan rotary. Instrumen penelitian berupa kuisioner BMRC dan dilakukan pengukuran kadar debu PM10 menggunakan HT-9600. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square dan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar debu PM10 di bagian barecore 76,26 µg /m3 dan dibagian rotary 23,73 µg /m3 . Variabel keluhan pernapasan, sebanyak 27 pekerja (36,5%) mengalami keluhan pernapasan ringan, 13 pekerja (17,6%) sedang, 4 pekerja (5,4%) berat sedangkan 30 orang (40,5%) tidak mengalami keluhan pernapasan. Faktor individu masa kerja, sebanyak 38 orang (51,4%) memiliki masa kerja < 5 tahun dan pekerja yang masa kerjanya ≥ 5 tahun 36 orang (48,6%). Variabel kebiasaan merokok, sebanyak 53 orang (71,6%) pekerja tidak merokok dan 21 orang (28,4%) pekerja merokok. Analisis faktor pekerjaan menunjukkan sebanyak 62 orang (83,8%) adalah pekerja bagian barecore dan 12 orang (16,2%) pekerja rotary. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kadar debu PM10 dengan keluhan pernapasan (p=0,002) selain itu, jenis pekerjaan juga memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan pernapasan (p=0,002). Sementara itu, faktor individu yaitu variabel masa kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan pernapasan (p=0,450) demikian pula kebiasaan merokok juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan keluhan pernapasan (p=0,787). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kadar debu PM10 dan jenis pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik kayu PT. Prima Sejahtera Internasional. Saran bagi perusahaan yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terutama mengenai sistem pernapasan sangat penting untuk mencegah dan mendeteksi gangguan keshatan akibat paparan debu yang dirasakan oleh pekerja.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 12

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By