perbedaan performa pertumbuhan ayam broiler fase starter berdasarkan penambahan kombinasi jenis antikoksi yang berbeda.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penyakit koksidiosis yang disebabkan oleh parasit eimeria spp yang
menyerang pada saluran pencernaan yang mengakibatkan produktivitas peternakan
ayam broiler menurun sehingga berddampak pada performa produksi ayam broiler.
Penyakit koksidiosis memiliki angka kesakitan 80-90% karena dalam penularannya
sangat cepat dan merupakan parasit yang dapat hidup pada kondisi lingkungan yang
lembab, hal ini sesuai dengan iklim tropis yang ada di Indonesia. Dari permasalahan
tersebut produsen pakan mencari cara bagaimana cara agar peternakan ayam tetap
memiliki efisiensi terhadap kesehatan. Tujuan dari pemberian pakan yang sudah
dicampur dengan antikoksi berbeda jenis yakni antikoksi (monensine+diclazuril)
dan antikoksi (maduramycin+nicarbazin) untuk mengetahui efisiensi antara kedua
pakan antikoksial terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, Feed
Conversion Ratio (FCR), mortalitas, Indeks Performa (IP) pada ayam broiler fase
starter.
Monensine yang terkandung dalam antikoksi memiliki zat aktif sodium
monensine yang bekerja untuk menghambat pertumbuhan Eimeria sehingga
protozoa patogen tidak dapat berkembang biak dalam pencernaan ayam. Diclazuril
adalah antikoksi yang pemberiannya digabungkan dengan monensine mekanisme
kerjanya dengan cara memblokir ekskresi ookista yang akan menyebabkan
gangguan siklus hidup eimeria sehingga menyebabkan kematian parasit tersebut.
Maduramycin memiliki zat aktif berupa maduramycin amonium memiliki
mekanisme kerja mempengaruhi fungsi transportasi kation melewati membran sel
sehingga dapat mengalami perubahan keseimbangan kation didalam dan diluar sel
yang mengakibatkan kegagalan metabolisme pada protozoa patogen Eimeria spp
tanpa mengakibatkan efek samping pada sel inang. Nicarbazin memiliki senyawa
aktif berupa nicarbazin aksi kerja dari nicarbazin dengan cara menghambat
pembentukan oosis dari Eimeria sehingga Eimeria tidak bisa berkembang,
selanjutnya nicarbazin dapat menghambat pembelahan sel didalam sel-sel usus
ayam tujuannya agar mengurangi patogen yang berkembang dalam tubuh ayam.
Penelitian dilaksanakan di PT. Dinamika Megatama Citra (DMC) yang berlokasi di
kabupaten Malang. Penelitian dilakukan selama 21 hari, populasi ayam sebanyak
7500ekor/kandang dengan pengambilan sampel 108 ekor yang diberikannya pakan yang mengandung antikoksi terdiri dari SB-20 dan SB-21 (merk dagang DMC)
yang diperuntukkan ayam umur 1-21 hari. Perlakuan yang diberikan meliputi P1
MONIDIN merupakan kepanjangan dari antikoksi (monensine + diclazuril) dan P2
MACARB kepanjangan dari antikoksi (maduramycin + nikarbazin). Analisis data
menggunakan uji independet sample t test yang bertujuan untuk menganalisis
antara 2 perlakuan yang memiliki perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian P1 MONIDIN (monensine + diclazuril) berpengaruh nyata (P<0,05)
terhadap semua variabel penelitian. Berdasarkan hasil rata-rata paling baik terjadi
pada P1 yakni pemberian antikoksi monensine + diclazuril yang meliputi hasil
rataan konsumsi pakan paling baik ( 1021,03 g/ekor/3 minggu), hasil rataan
pertambahan bobot badan paling baik (822,30 g/ekor/3 minggu), hasil rataan feed
conversion ratio paling rendah (1,24), hasil rataan mortalitas paling rendah (1,04)
dan nilai rataan indeks performa paling baik (313,99). Disimpulkan bahwa
pemberian pakan dengan kandungan kombinasi antikoksi monensine + diclazuril
memberikan performa yang baik terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot
badan, feed conversion ratio, mortalitas dan indeks performa pada ayam broiler
fase starter.
Description
Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren
