Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Konsumsi Susu Botol dengan Terjadinya ECC pada Anak Usia 2-3 Tahun di Posyandu Desa Rambipuji
| dc.contributor.author | Qorina Aiman Wachdin | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-17T08:25:54Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-12 | |
| dc.description | Finalisasi oleh Taufik 17 Mei 2026 | |
| dc.description.abstract | Early Childhood Caries (ECC) merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia dini dan hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. ECC bersifat multifaktorial, yang terjadi akibat interaksi antara faktor host (gigi dan saliva), agent (mikroorganisme kariogenik), substrat (karbohidrat fermentabel), serta faktor waktu. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan terjadinya ECC adalah kebiasaan konsumsi susu botol, terutama apabila diberikan menjelang tidur tanpa disertai pembersihan gigi atau rongga mulut. Kondisi tersebut memungkinkan sisa cairan susu yang mengandung karbohidrat tertinggal di rongga mulut dalam waktu lama sehingga menciptakan lingkungan asam yang mendukung proses demineralisasi enamel gigi. Pengetahuan ibu memiliki peranan penting dalam membentuk sikap dan perilaku kesehatan anak. Ibu merupakan figur utama yang bertanggung jawab terhadap pola asuh, pola makan, serta kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut anak. Tingkat pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong ibu untuk menerapkan praktik pemberian susu botol yang tepat serta menjaga kebersihan mulut anak secara optimal. Hal ini tidak sejalan dengan praktiknya sehari-hari, yaitu peningkatan pengetahuan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang konsumsi susu botol dengan terjadinya Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 2–3 tahun di Posyandu Desa Rambipuji, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 63 dan dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data pengetahuan ibu dikumpulkan melalui kuesioner dan status karies anak diperiksa secara klinis menggunakan indeks def-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada pada kategori pengetahuan kurang (38,1%), diikuti oleh kategori pengetahuan cukup (36,5%) dan baik (25,4%). Distribusi kejadian ECC menunjukkan bahwa 34,9% anak tidak mengalami karies serta sisanya berada pada kategori karies rendah 28,6%, sedang 30,2%, dan tinggi 6,3%. Analisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang konsumsi susu botol dengan kejadian ECC menggunakan uji Fisher’s Exact Test memperoleh nilai p = 0,677 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang konsumsi susu botol dengan terjadinya ECC pada anak usia 2–3 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan ibu bukan merupakan faktor tunggal yang menentukan terjadinya ECC. Ibu dengan pengetahuan yang baik mengenai risiko konsumsi susu botol terhadap kesehatan gigi anak, belum tentu mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Terjadinya ECC lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti frekuensi dan jenis konsumsi makanan kariogenik, keteraturan menyikat gigi, pola asuh orang tua, kondisi sosial ekonomi, serta akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Upaya pencegahan ECC memerlukan pendekatan yang tidak hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi juga melalui pembentukan perilaku preventif, pendampingan orang tua, serta dukungan lingkungan keluarga dan layanan kesehatan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: drg. Roedy Budiraharjo, M.Kes., Sp.KGA | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7364 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Maternal Knowledge Regarding Bottle-feeding | |
| dc.subject | Early Childhood Caries (ECC) | |
| dc.title | Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Konsumsi Susu Botol dengan Terjadinya ECC pada Anak Usia 2-3 Tahun di Posyandu Desa Rambipuji | |
| dc.type | Other |
