Respon Perkembangan Embrio Unggas terhadap Jeda Waktu Pengeraman: Studi pada Ayam Kampung (Gallus Gallus Domesticus)

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Ayam kampung ialah ayam buras yang memiliki asal keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) yang dikembangkan di Indonesia. Ayam kampung melakukan perkembangan dengan cara bertelur. Penetasan telur dapat dilalui dengan cara penetasan secara alamiah dan penetasan buatan. Penetasan secara alamiah adalah proses penetasan dengan cara induk ayam akan mengerami telur selama 21 hari hingga menetas. Penetasan buatan merupakan usaha menetaskan telur dengan bantuan alat yang memiliki fungsi menyerupai induk alami dengan tujuan peningkatan produktivitas penetasan. Suhu optimal untuk inkubasi embrio telur ayam ialah sekitar 37-38. Suhu inkubasi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan embrio ayam. Hal tersebut dikarenakan suhu berperan dalam menentukan perkembangan embrio secara keseluruhan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana respon perkembangan embrio ayam kampung (Gallus gallus domesticus) terhadap jeda waktu pengeraman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024. Tempat penelitian yaitu Laboratorium Biologi dan Animal Care Unit, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu memberikan jeda pengeraman selama fase inkubasi (mengeluarkan telur dari inkubator selama 12 jam dan 24 jam). Telur ayam kampung (Gallus gallus domesticus) sebanyak 60 butir ditimbang dan dibagi menjadi 30 butir batch 1 dan 30 butir di batch 2 di inkubasi di inkubator dengan suhu 38℃. Telur dibagi menjadi K0, K1 dan K2 pada hari ke-5 setelah di pisahkan antara telur fertil dan infertil, telur yang digunakan hanya telur yang fertil. Telur fertil diberikan perlakuan pada hari ke-7 dan hari ke-14 berupa pengeluaran telur dari inkubator selama 12 jam pada K1 dan selama 24 jam pada K2. Telur K0 tidak dikeluarkan dari inkubator hingga hari penetasan. Telur yang berhasil menetas dari K0, K1 dan K2 dicatat jam berapa telur tersebut menetas setelah itu ditimbang berat badan anak ayam tersebut lalu diberi identitas di kaki anak ayam. Anak ayam dipelihara selama 10 hari untuk dilihat persen kelulusan hidup dan morfologi fisiknya. Data yang diperoleh di analisis menggunakan sofware SPSS 29.02.0. Hasil penelitian menunjukkan jeda pengeraman dapat mempengaruhi lama waktu penetasan sehingga menyebabkan kurang optimalnya metabolisme embrio ayam. Lama waktu penetasan kelompok K0 dan K1 dan K2 memiliki perbedaan yang nyata. Rata-rata anak ayam pada K0 menetas pada hari hari ke-19 (468.038 jam), K1 hari ke-20 (492.923 jam) dan K2 hari ke-20 (487.9 jam). Suhu dan kelembaban tidak hanya efektif dalam menunda penetasan (masa inkubasi yang lebih lama) tetapi dapat juga mengakibatkan penyusutan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio konversi berat ayam dari berat telur tidak berbeda secara signifikan pada K0, K1 dan K2. Hal tersebut diduga karena tidak ditimbangnya cangkang telur pada saat ayam menetas dan telur yang digunakan bervariasi. Telur yang berhasil menetas dihitung daya tetasnya. Hasil daya tetas K0 80%, K1 80% dan K2 68,4% menunjukkan bawha K0 dan K1 memiliki daya tetas lebih tinggi dibandingkan K2. Namun, K1 dan K2 memiliki persen kelulusan hidup anak ayam lebih rendah dibandingkan K0. Hal tersebut dikarenakan K0 mendapatkan suhu optimal inkubasi secara konstan hingga menetas. Morfologi fisik anak ayam teramati terjadi kelainan pada 4 anak ayam kelompok K2 tetapi K0 dan K1 normal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jeda waktu selama periode pengeraman terhadap perkembangan embrio ayam kampung (Gallus gallus domesticus) menyebabkan waktu penetasan lebih lama, menurunkan daya tetas serta kelulusan hidup anak ayam, dan menurunkan kualitas pertumbuhan anak ayam setelah menetas.

Description

Reupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By