Analisis Model Pentahelix Dalam Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Sebagai Destinasi Tujuan Wisata Berkelanjutan Kabupaten Belitung
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pengembangan kawasan cagar budaya sebagai destinasi wisata berkelanjutan
memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan
kawasan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Kabupaten Belitung
memiliki potensi kawasan cagar budaya yang tersebar di beberapa lokasi, salah
satunya di Kelurahan Parit yang memiliki sejumlah bangunan bersejarah. Namun
demikian, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan
seperti kurang optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan serta belum
adanya pembagian peran yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi indikator destinasi wisata berkelanjutan, menganalisis peran
serta hubungan antar aktor dalam model pentahelix, serta merumuskan strategi
pengembangan kawasan cagar budaya sebagai destinasi wisata berkelanjutan di
Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis Delphi untuk menentukan
indikator utama, analisis pentahelix untuk mengidentifikasi peran dan hubungan
pemangku kepentingan, serta analisis triangulasi untuk merumuskan strategi
pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh indikator
utama destinasi wisata berkelanjutan yang disepakati oleh para aktor melalui dua
putaran Delphi. Analisis pentahelix menunjukkan adanya perbedaan tingkat
pengaruh dan kepentingan antar aktor, di mana pemerintah, akademisi, dan media
menjadi aktor kunci dalam pengembangan kawasan. Strategi pengembangan yang
dihasilkan meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi masyarakat,
pengembangan ekonomi lokal, serta pelestarian nilai budaya dan sejarah kawasan.
Description
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 15 Juni 2026
