Analisis Charging Station Berbasis PLTS dengan Sistem Off-Grid untuk Kebutuhan Kendaraan Listrik Roda Dua
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia, sehingga peralihan menuju kendaraan listrik roda dua menjadi solusi potensial; namun, infrastruktur charging station yang masih bergantung pada jaringan PLN berbahan bakar fosil menjadikan target dekarbonisasi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis performa charging station berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off-grid untuk melayani dua kendaraan listrik roda dua dengan total beban pengisian 900 W (2 × 450 W). Metode penelitian meliputi perhitungan kapasitas minimum komponen secara matematis yang dilanjutkan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak HOMER Pro berbasis data radiasi matahari NASA POWER. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan kapasitas modul PV minimum 2.046,93 Wp yang diimplementasikan menjadi 2,55 kWp (6 unit modul 425 Wp), baterai LiFePO₄ 300 Ah/48V (14,4 kWh), inverter 1.500 W, dan Solar Charge Controller (SCC) minimum 66,4 A. Simulasi selama satu tahun menghasilkan energi surya tersedia sebesar 4.411,12 kWh/tahun dengan energi tersalurkan ke beban 3.258,89 kWh/tahun dari target 3.310,55 kWh/tahun, sehingga diperoleh Solar Fraction 98,44%, Missing Energy hanya 1,56%, Specific Production 1.278,00 kWh/kWp/tahun, dan Performance Ratio 62,78%. Alokasi energi menunjukkan 67,78% dimanfaatkan langsung ke beban, 14,94% melalui baterai, dan 17,28% tidak termanfaatkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem PLTS off-grid ini terbukti andal untuk mengoperasikan charging station kendaraan listrik roda dua secara mandiri dan berkelanjutan.
Description
Finalisasi 4 Agustus 2026_Yudi
